Masjid Cut Meutia Jakarta Pusat, Harum Karpetnya, Wangi Toiletnya

  • Bagikan
Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia, H. Benny Suprihartadi, SH. (Foto istimewa)

BERITA9, JAKARTA – Banyak di antara kaum muslimin yang mengeluhkan tempat wudlu dan toilet masjid yang kurang terurus sebagaimana mestinya. Bisa jadi masjid itu memiliki bangunan yang megah, dan arsitektur yang artistik. Namun di sebuah tempat yang tersembunyi, yakni tempat wudlu dan toiletnya kumuh, becek, dan bau tidak sedap. Padahal tempat wudlu dan toilet juga sama pentingnya dengan bagian lain dari masjid.

Pengurus Masjid Cut Meutia menyadari betul keberadaan tempat wudlu dan toilet, sehingga mereka betul-betul menjaga kebersihan dan kenyamana orang-orang yang berwudlu di masjid tersebut.

Bahkan masjid yang terletak di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat itu memiliki kekhasan tertentu. Selain bangunannya merupakan bangunan yang dilindungi (cagar budaya) dan peninggalan pemerintah kolonial Belanda yang dialihfungsikan menjadi masjid.

Masjid ini layak dijadikan contoh komitmen pengurusnya dalam menjaga kebersihan dan keharuman masjid dan bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi pengurus masjid lainnya di Indonesia.

Kebersihan masjid ini, seringkali mendapat pujian bagi para jamaah. Sehingga masjid ini bukan hanya memiliki jamaah setia, yang selalu rindu bila dalam waktu tertentu tidak mengunjungi masjid tersebut untuk shalat berjamaah di masjid tersebut.

Tapi juga menjadi destinasi bagi orang -orang yang ingin merasakan kekhusukan shalat di masjid tersebut. Salah satu kekhasan Masjid Cut Meutia adalah kebersihan tempat wudlunya dan keharuman karpet masjidnya.

Menurut Ketua Yayasan Masjid Cut Meutia, H. Benny Suprihartadi, SH menjaga kebersihan dan keharuman masjid menjadi komitmennya sejak menjadi pengurus di masjid itu.

Beben, begitu panggilan sehari-hari. mengurus masjid sama halnya mengurus rumah Allah, sehingga dalam pengelolaan pun harus menyadari bahwa Allah suka keindahan, dan Rasulullah SAW juga mengajarkan perlunya kebersihan dan keharuman.

Sementara itu dalam hal memberikan pelayanan terhadap jamaah, pengurus memberikan pelayanan sepenuh hati, dan menempatkan para jamaah masjid sebagai tamu-tamu Allah. “ Di sini ada 32 karyawan yang siap memberikan pelayanan terhadap jamaah, sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing, “ kata Beben yang sehari-hari aktif sebagai lawyer.

Terinspirasi Klenteng

Sedangkan terkait komitmen untuk menjaga kebersihan dan keharuman, mantan Ketua Umum Yayasan Masjid Cut Meutia, H. Indra S. Harsono, mengaku, selain mengikuti sunah Rasulullah SAW, juga terinspirasi dengan sebuah bangunan klenteng di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK).

Bangunan yang dikunjungi saat ia hadir dalam sebuah acara pernikahan salah seorang temannya itu begitu membekas, karena tempat itu begitu harum dan bersih. “Saking bersihnya yang namanya toiletnya saja bisa dengan memakai kaus kaki tanpa kotor, “ kata Indra.

  • Bagikan