Kesederhanaan Pemimpin

  • Bagikan
Kepemimpinan Islam
Kepemimpinan Islam (Foto dok BERITA9)

Dia mendekat hendak mengambil beban yang di bawa Si lelaki suruhannya, tetapi Sang walikota menolak dan berkata, “Tidak, biar kuantar sampai ke rumahmu,” katanya. 

Oleh: Taryono Asa

Alkisah satu saat Salman Al Farisi yang dipercaya sebagai walikota tengah berjalan-jalan di sudut kota. Saat itu ia bertemu dengan seorang saudagar  yang membawa beban yang sangat berat. Penampilan Salman yang sangat sederhana tersebut layaknya orang kebanyakan mengundang keinginan orang yang membawa beban berat itu untuk diminta bantuannya.

Salman Al Farisi tanpa risih bersedia membantu membawa beban itu, kendati sangat berat. Saat berjalan menuju ke arah kota, Salman selalu mendapat salam dari orang yang dijumpainya. Hingga sang saudagar itu bingung, karena yang dimintai tolong itu selalu ditegur dengan sebutan walikota.

Hingga akhirnya terbersit hatinya untuk bertanya siapa sebenarnya sosok yang tengah membantunya membawa beban berat itu. Dia adalah Salman Al Farisi, seorang pemimpin umat yang sangat bersahaja, dan sangat sederhana.

Saat orang Syam itu menyadari, bahwa kuli panggulnya itu adalah seorang walikota Madain. Orang Syam itu pun menjadi gugup, kata-kata penyesalan dan permintaan maaf mengalir dari bibirnya. Dia mendekat hendak mengambil beban yang di bawa Si lelaki suruhannya, tetapi Sang walikota menolak dan berkata, “Tidak, biar kuantar sampai ke rumahmu,” katanya. 

Salman adalah sosok pemimpin yang tak pernah ada satu pun pengawalan pada dirinya, dan tak ada ajudan yang setiap saat mendampingi,

Salman adalah tipologi pemimpin Islam yang menjalani kehidupan dengan sangat sederhana. Gaji yang diperolehnya dari baitul maal tidak pernah sepenuhnya digunakan untuk keperluan dirinya, melainkan dibagikannya kepada rakyatnya yang membutuhkannya.

Sebagai seorang pemimpin umat, Salman sangat berbeda dengan tampilan pemimpin sekarang ini, yang kalau mau berpidato saja mereka diantar sampai ke meja podium. Sementara untuk berpidato disiapkan teks dan kacamata yang dibawakan oleh ajudan.  Salman memenuhi kebutuhannya sendiri, tanpa pernah mengandalkan pegawai atau pun umatnya untuk melayaninya.

Padahal siapa pun tahu, Salman adalah sosok orang yang pemikirannya sangat brilian. Dialah yang mengusulkan agar Rasulullah membuat parit saat perang khandak, yang berakhir dengan kemenangan umat Islam.

Namun tampaknya sosok Salman Al Farisi tinggal kenangan. Di tengah glamournya kehidupan pemimpin saat ini, di tengah godaan kekuasaan yang mengharu biru. Di tengah banyaknya sosok penjilat, maka sosok gaya kepemimpinan Salman Al Farisi layak untuk diteladani.

Penulis adalah Pemimpin Umum Berita9.net / Anggota Komisi Infokom MUI Pusat

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *