Polres Nias Selatan Tetap 3 Orang Pelaku Judi Sabung Ayam

  • Bagikan

BERITA9, TELUKDALAM – Polres Nias Selatan berhasil menangkap 3 orang pelaku judi sabung ayam. Penangkapan para pelaku berkat informasi dari masyarakat.

Kapolres Nias Selatan AKBP Reinhard H. Nainggolan, menyampaikan bahwa pengungkapan judi sabung ayam ini berdasarkan informasi dari masyarakat sebagai bentuk kerjasama dengan polres Nias Selatan dalam pemberantasan judi sebagai penyakit masyarakat.

“Adapun pengungkapan ini merupakan informasi dari masayarakat dan bentuk kerjasama kita antara masyarakat dengan polres Nias Selatan, kegiatan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, namun, kami belum berhasil melakukan penindakan dikarenakan TKP yang sulit dijangkau, masuk daerah bisa dibilang hutan,” kata Reinhard dalam jumpa pers di halaman Mapolres Nias Selatan, Senin (28/03/2022)

Kata Reinhard H. Nainggolan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang yang diamankan di TKP oleh tim Sat Reskrim menetapkan 3 orang tersangka dengan peran sebagai pemilik gelanggang alias arena atau Bandar, wasit samping dan wasit tengah.

Reinhard menjelaskan, setelah melaksanakan proses penyelidikan lebih lanjut, saat ini polisi tetapkan tiga orang tersangka yang memiliki peran berbeda-beda.

Misalnya Halim Sang Putra Laia Alias Ama Mathew atau alias Tala yang merupakan pemilik gelanggan atau didalam pasar 303 KUHP tentang perjudian kita sebut sebagai bandar.

Lalu tersangka kedua bernama Fidelis Anötöna Laia alias ama Nita berperan sebagai wasit samping, ketiga Yanuarius Sarumaha alias Ama Lelis sebagai wasit tengah.

“Untuk ketiga tersangka kita kenakan pasal 303 KUH Pidana yaitu tentang perjudian dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun,” tegas Reinhard H. Nainggolan.

Terkait kendaraan yang turut diamankan saat dilakukan penindakan judi sabung ayam tersebut pihaknya menyampaikan pihak penyidik akan melakukan klasifikasi apakah termasuk barang bukti atau temuan.

“Kendaraan yang ada sementara kita amankan, nanti, akan diklasifikasikan oleh penyidik apakah termasuk barang bukti atau barang temuan, kalau dia termasuk barang bukti, pemilik sepeda motor tersebut adalah ikut bermain dan bisa dikenakan pasal 303 KUHP, tapi, kalau tidak, kita kembalikan dengan pemiliknya,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa penindakan ini merupakan atensi dari Kapolda Sumut yang berkomitmen membersihkan wilayahnya dari penyakit masyarakat, tidak ada perjudian di wilayah Polda Sumatera Utara. (*)

  • Bagikan