Polres Nias Selatan Tangkap Pelaku Penganiayaan di Botohilitano

  • Bagikan

BERITA9, NIAS SELATAN – Polres Nias Selatan menciduk pelaku penganiayaan yang terjadi di Desa Botohilitano, Kecamatan Luahagundre Maniamolo Kabupaten Nias Selatan. Selasa, (08/03/2022), pukul 13.00 wib.

Pelaku ditangkap atas laporan salah satu keluarga korban dengan Nomor : LP/B/86/III/2022/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA.

Kapoles Nias Selatan AKBP Reinhard H. Nainggolan, SH, SIK, MM menjelaskan bahwa penangkapan terhadap pelaku TW (76) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Timotius Wau alias ama andi (45) berdasarkan pelaporan dari istri korban.

“Pelaku TW telah ditahan oleh dan sudah dilakukan introgasi. Pelaku ditangkap atas laporan yang disampaikan oleh istri korban atas nama Santimasi Wau yang datang kepolres untuk membuat laporan dengan Nomor : LP/B/86/III/2022/SPKT/POLRES NIAS SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA” ungkap Reinhard.

Lebih lanjut Renhard mengatakan, motif dari kejadian penganiayaan karena sakit hati yang sudah lama atas klaim sebidang tanah dibelakang rumah pelaku yang merupakan milik korban.

Kronologi kejadian penganiayaan tersebut, sekitar pukul 11.30 wib, pelaku sedang berada dibelakang rumahnya dan menyuruh salah satu warga untuk memanjat pohon kelapa yang berada dibelakang rumah pelaku.

Kemudian korban datang untuk menanyakan siapa yang menyuruhnya untuk memetik pohon kelapa tersebut. Namun, pelaku tetap meminta anggotanya untuk terus melanjutkan proses pengupasan kelapa tersebut.

“Saat korban menghampiri TW, pelaku pun melakukan pembacokan menggunakan sebilah parang yang ia bawa sebanyak satu kali pada bagian leher sebelah kiri korban,” kata Reinhard.

Masih menurut Kapolres Nias Selatan, saat pelaku melayangkan pembacokan, korban menangkis bacokan kedua dengan menahan parang yang dipegang oleh pelaku hingga terjadi tarik-menarik parang hingga keduanya terjatuh dan kepala pelaku membentur batu dan mengalami luka.

“Kemudian salah satu warga yang datang ke lokasi melerai perkelahian tersebut,” terangnya.

Rehard juga mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui, bahwa keduanya tidak ada hubungan keluarga dan pihak Satuan Reskrim Polres Nias Selatan terus melakukan pendalaman atas kasus pembacokan tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi yang berada ditempat kejadian.

“Setelah kita lakukan pemerikasaan terhadap pelaku, bahwasannya pelaku dan korban tidak ada hubungan keluarga dan saat ini juga pihak sat reskrim polres nias selatan melakukan pendalaman untuk tangani kasus ini dan, telah melakukan pemerikasaan terhadap dua saksi yang berada di TKP pada saat kejadian,” tandasnya.

Atas perbuatannya polisi bakalan menjerat pelaku dengan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. (*)

  • Bagikan