Kejari Nisel Selamatkan Uang Negara Hasil Korupsi Nias Water Park

  • Bagikan

BERITA9, TELUKDALAM – Istri terpidana pidana korupsi pembangunan Nias Water Park Tahun 2014, Lukman Lukito, mendatangi Kejaksaan Negeri Nias Selatan (Nisel) untuk mengembalikan uang pengganti korupsi sebesar Rp.3,5 miliar lebih, Jum’at (7/1/2022) di Teluk Dalam.

Kajari Nisel Mukharom didampingi Kasi Pidsus Kajari Nisel Raffles Devit Napitupulu dan Kasi Intel Putra Zebua, mengatakan, uang yang disita ini dengan rincian pembayaran denda sebesar Rp.200.000.000 dan uang pengganti sebesar Rp.7.890.698.714.

Dikompensasi dengan uang yang disita/disetor terpidana sebesar Rp.4.5 miliar, yang sudah terlebih dahulu disetorkan oleh yang bersangkutan pada 6 September 2019 ke Kas Negara dengan sisa uang pengganti sebesar Rp3.390.698.714.

Baca Juga:

Mukharom menjelaskan, terpidana Johanes diganjar dalam perkara tindak pidana korupsi kegiatan pembangunan Nias Water Park Tahun 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 17.925.000.000.

Sumber dana pembangunanya berasal dari penyertaan modal PT Bumi Nisel Cerlang Tahun Anggaran 2013 dan Tahun Anggaran 2015.

Atas pebruatannya terpidana dijerat Pasal 2 jo Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 593 K/PID.SUS/2019 tanggal 21 Mei 2019.

Mukharom menyebut, dalam amar putusan, Johanes dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Baca Juga:

Atas perbuatannya itu, Johanes diganjar pidana 4 tahun dan dikenai denda Rp200.000.000. Jika tidak sanggup membayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 (empat) bulan.

Johanes juga diminta untuk membayar uang pengganti sebesar Rp7,8 miliar lebih. Dikompensasi dengan uang yang telah dikembalikannya sebesar Rp4,5 miliar.

“Apabila tidak dapat membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan pengadilan, maka hartanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 4 (empat) tahun,” tegas Mukharom (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *