OTT KPK di Langkat Peringatan untuk KDH Tidak Main-Main dengan Proyek APBD

  • Bagikan
Zakaria Rambe pengamat hukum Sumatera Utara. (Foto istimewa)

BERITA9, MEDAN – Pengamat hukum Zakaria Rambe memuji tindakan tegas Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Menurutnya, OTT yang dilakukan KPK di Sumut merupakan peringatan (warning) agar para kepala daerah (KDH) tidak main-main dalam proyek APBD di daerahnya masing-masing.

“Ini jelas menunjukkan bahwa KPK sudah memantau praktek korupsi yang dilakukan para kepala daerah di Sumut. Di Langkat memang sejak lama sudah santer bahwa semua proyek diatur oleh pejabat di Pemkab. Ini harus jadi peringatan sekaligus pelajaran,” kata Zakaria Rambe yang juga merupakan Dewan Pengawas Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) kepada wartawan, Kamis (20/1/2022).

Lebih lanjut dikatakan Zakaria, hasil jumpa pers KPK tadi malam yang menjelaskan OTT di Langkat menunjukkan adanya gratifikasi proyek dari pihak swasta kepada pejabat Pemkab. Dia juga mengatakan, praktek gratifikasi itu melibatkan orang dekat serta keluarga Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin.

“KPK sudah secara resmi menyatakan bahwa Bupati Langkat diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan melibatkan abang dan orang-orang terdekatnya. Kami melihat hal ini menjadi semacam kewajaran dalam urusan mengatur proyek disana. Penelusuran kami sejak beberapa bulan ini juga persis seperti apa yang sudah diungkapkan KPK,” kata Zakaria lagi.

Zakaria kemudia meminta agar seluruh kepala daerah di Sumut menjadikan OTT KPK sebagai peringatan serius.

Beberapa kabupaten/kota di Sumut, dikatakan Zakaria juga sudah terpantau melakukan hal yang sama dengan di Kabupaten Langkat. Informasi ini disebutkan Zakaria sudah beredar luas di kalangan masyarakat.

“Beberapa kabupaten juga menurut informasi yang kami terima ada praktek yang sama. Bahkan sudah seperti menjadi rahasia umum bahwa ada orang dekat atau keluarga yang mengatur proyek APBD. Tentu kita tak mau ini terjadi di kabupaten/kota lain di Sumut. Seharusnya OTT di Langkat jadi pelajaran,” kata Zakaria yang juga merupakan Kordinator Jaringan Masyarakat Pengawas Kepolisian (Jampi) Sumut.

Sebelumnya, Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin yang juga kader Partai Golkar terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK pada Selasa (18/1/2022) malam.

Setelah ditangkap KPK, Terbit Rencana dikawal Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putrai Simanjuntak ke Polres Binjai.

Saat dikawal Kapolda Sumut, Terbit Rencana hanya mengenakan celana pendek dan kaus berwarna hitam serta bermasker. (*)

  • Bagikan