Viral!! Oknum Satpol PP Gunungsitoli Bertindak Beringas

  • Bagikan

BERITA9, GUNUNGSITOLI – Jagat maya kembali digemparkan aksi dugaan kelakuan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berbuat anarkis terhadap ibu dan anak saat dilakukan penertiban pedagang.

Seorang bocah yang tengah berjualan ikan bersama ibunya di Pasar Beringin, Kota Gunungsitoli , Sumut menjadi korban keberingasan oknum petugas Satpol PP saat melakukan penertiban pedagang.

Bocah malang itu didorong oknum petugas Satpol PP hingga terhempas ke dinding seng saat dilakukan penertiban pedagang, Selasa sore (1/3/2022).

Seolah tak puas dengan aksinya, para oknum itu menggeret sang bocah masuk kedalam mobil truk. Suara histeria tangisan si bocah pecah, tapi tak dihiraukan para oknum berseragam coklat tersebut.

Detik-detik sang anak yang jualan ikan bersama ibunya didorong oleh oknum petugas Satpol PP Gunungsitoli hingga terhempas ke seng terekam kamera ponsel warga.

Keberingasan oknum petugas Satpol PP tersebut kemudian viral di jagat media sosial dan mendapat kecaman dari warganet

Usai didorong, anak itu kemudian dibawa petugas ke kantor Satpol PP tanpa diketahui motifnya dengan menggunakan mobil truck patroli dengan menggantung berdiri di bak belakang mobil sehingga sang anak menangis histeris.

Bahkan dalam video tersebut, ada emak-emak yang berteriak namun tidak dihiraukan.

Beberapa potongan video lain juga terlihat aksi kejar-kejaran hingga terjadi pemukulan oleh oknum Satpol PP terhadap para pedagang dan dagangannya ikut disita petugas.

Warganet mengutuk keras aksi tidak terpuji yang dilakukan oleh oknum Satpol PP Gunungsitoli ini dan meminta atensi Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan untuk dapat diproses secara hukum.

Aksi ini terjadi karena beberapa emak-emak pedagang ikan masih bertahan berjualan di Pasar Beringin akibat mereka tidak punya tempat jualan pascadigusur beberapa minggu lalu.

Berdasarkan informasi anak tersebut telah dipulangkan kepada orangtuanya. Sementara pekan lalu, para emak-emak ini telah menyampaikan keluhannya untuk disediakan tempat jualan ke pemkot gunungsitoli melalui aksi demonstrasi namun kini belum ada solusi dari pemerintah setempat. (*)

  • Bagikan