Sulsel dan Pemajuan Indonesia Raya Berideologi Pancasila

  • Bagikan

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi dengan Panglima Kodam (Pangdam) XIV/Hasanuddin Mayjen TNI M. Syafei Kasno di Markas Kodam, di Makassar, Sulsel.

Kemudian bertemu dan berdiskusi juga bersama dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol. Nana Sudjana, di kantor Polda, di Makassar, Sulsel. Selanjutnya bertemu dan berdiskusi juga bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Febrytriyanto, di kantor Kejati, di Makassar, Sulsel.

Pertemuan persahabatan antara Firman Jaya Daeli dengan ketiga Pejabat Tinggi di Provinsi Sulsel tersebut, dilanjutkan pertemuan Firman Jaya Daeli bersama dengan Walikota Makassar M. Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto). Kemudian Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah Akademisi dan Aktifis Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin – Makassar, di gedung kampus UIN, di Gowa, Sulsel. Berdiskusi juga bersama dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Doktor Firdaus Muahammad.

Ketua Dewan Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, juga diundang menjadi Narasumber acara dialog bertemakan : “Sulsel, Perguruan Tinggi, Dan Pemajuan Indonesia yang Berbhinneka Tunggal Ika, Bersatu, dan berideologi Pancasila”. Acara dialog diselenggarakan oleh Laboratorium Komunikasi Politik dan Media dan Laboratorium TV Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin.

Acara Dialog diorganisasikan dan dipimpin oleh Ibnu Hadjar (Dosen FDK UIN Alauddin dan mantan aktifis mahasiswa) dan dipandu Host oleh Andi Astrid Fauziah, S.Sos., M.Si (Dosen Jurnalistik FDK UIN Alauddin). Pertemuan, diskusi, dialog, dan beberapa kegiatan lain tersebut, berlangsung awal Januari 2022.

Wilayah Sulsel sebagai sebuah daerah otonom tingkat provinsi di Indonesia, harus diletakkan dan dikembangkan dari perspektif historis dan sosiologis. Pemikiran dan pemanfaatan akan modal dan potensi dari kesejarahan masyarakat dan daerah Sulses beserta simpul-simpul strategis di dalamnya, pada gilirannya menjadi investasi sosial, budaya, ekonomi, politik yang penting dan menentukan. Konstruksi dan substansi perihal tersebut mengemuka dan mengedepan tatkala Firman Jaya Daeli mengunjungi Universitas Hassanudin di Makassar, Sulsel.

Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi bersama dengan sejumlah Akademisi (Sejarawan) Unhas yang juga Dosen di Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas. Ada Doktor Ilham Daeng Makkelo (Ketua Departemen Ilmu Sejarah FIB Unhas) dan Doktor Ida Liana Tanjung sejarawan FIB Unhas.

Ketika Firman Jaya Daeli bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah elemen organ pergerakan mahasiswa ekstra kampus (kelompok Cipayung) ada diskursus pemikiran yang muncul dan mengalir. Perspektif yang mengemuka dan menumbuh adalah pemikiran akan sejumlah agenda pembaharuan, pengembangan, penguatan, dan penataan organisasi kemahasiswaan serta peningkatan dan perluasan kualitas mahasiswa.

Elemen kelompok Cipayung (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Hadir juga dari Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM).

Kelompok Cipayung Plus memiliki posisi kuat dan peran potensial untuk membangun dan mengembangkan pendidikan, pelatihan, pengkaderan, dan berbagai kegiatan positif dan produktif dalam kerangka kaderisasi dan peningkatan kualitas manusia. Juga amat berperan dan turut bertanggungjawab untuk membangun Sulsel dan memajukan Indonesia Raya dari Sulsel.

Ada sejumlah institusi strategis kenegaraan yang berperan dan bertugas menjadi garda terdepan. Khususnya untuk Membangun Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk Menuju Indonesia Maju dalam kerangka Memaknai Indonesia Raya. Ada institusi dan jajaran TNI, Polri (Kepolisian), Kejaksaan, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, yang menunaikan tugas utama dan tanggungjawab besar untuk bergotongroyong.

Kualitas dan integritas penunaian tersebut dibangun dan dan diselenggarakan bersama dengan institusi dan jajaran terkait lainnya. Terutama dalam konteks kekinian, yaitu melakukan percepatan penanganan pandemi V-19 dan vaksinasi serta percepatan pemulihan ekonomi nasional dan regional.

Institusi dan jajaran TNI dan Polri, telah menyelenggarakan dan mengorganisasikan berbagai tugas dan tanggungjawab tersebut di atas. Perihal tersebut khususnya dalam konteks wilayah kawasan Provinsi Sulsel. Kapolda Sulsel Irjen Pol. Nana Sudjana beserta jajaran Polda Sulsel telah bekerja dengan cepat, masif, dan serius serta sudah berhasil secara efektif, produktif, dan positif dengan skala tinggi untuk mempercepat penanganan pandemi C-19 dan serbuan vaksinasi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *