oleh

Awalnya Curhat, Berlanjut Tobat & Menjadi Terhormat

Seorang teman pernah berkeluh-kesah alias curhat menceriterakan pengalamannya ketika ia masih merokok, minum minuman keras alias miras dan berjudi mengatakan, “Pak AAG saya pernah iri melihat orang tidak merokok, minum miras dan judi. Kalau dulu saya berhenti merokok hanya saat sakit batuk dan sesak nafas setelah sembuh merokok lagi, bahkan frenkuensinya bertambah,”

Ia melanjutkan, “Mengenai minuman berakohol, selain saya pernah berjanji pada isteri dan anak-anak, juga pernah minta tolong kepada rohaniwan mendoakan saya agar berhenti mengkonsumsi minuman beralkohol. Pernah berhenti beberapa hari, tetapi ketika teman-teman mengajak sulit menolak. Pernah saat pulang rumah, karena mabuk berat saya jatuh tergeletak di parit. Untung paritnya tidak terlalu dalam dan cepat ada orang lewat menolong membawa saya ke rumah. Seluruh badan bermandikan lumpur. Ya, saya tidak cerita bagaimana reaksi isteri saat itu,”

Kawan ini masih curhat, “Perihal judi, awalnya hanya menghindari ngantuk saat tuguran di rumah orang berduka, agar permainannya serius pakai taruhan uang kecil-kecilan. Rupanya kecanduan juga dan berjanji dengan teman-teman yang hobinya sama untuk berjudi diwaktu dan tempat tertentu.

Dampaknya, kata kawan saya itu, selain gaji tidak diserahkan kepada isteri karena habis di meja judi, beli miras dan rokok, juga, beberapa barang berharga di rumah saya jual tanpa sepengetahuan isteri. Keluarga saya berantakan, kadang tidak masuk kerja dan pulang ke rumah subuh serta berutang pada beberapa orang.

Itu kawan lanjutkan lagi, “Kondisi inilah membuat orang tua saya kesal sambil berkata, kamu ini sulit dinasehati, bapak dulu tidak pernah main judi dan minum miras. Kamu belajar dari siapa? Terserah kamu, bapak sudah bosan menasehati. Hanya bapak ingatkan anak-anakmu mulai besar dan butuh biaya. Kalau kamu berubah bukan untuk bapak, melainkaan untuk kamu sendiri, isteri dan anak-anakmu. Apa tidak malu kepada tetangga kalau didengar kamu berutang karena judi? Pikirlah usiamu sudah mau memasuki kepala empat,”

Kata-kata bapak dan kejadian saya jatuh di “parit” serta orang silih bergati datang di rumah menagih utang membuat saya sering melamun. Sering bertanya mengapa hidup saya begini, padahah isteri dan kedua orang tua maupun mertua sangat perhatian kepada saya. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa ada sesuatu yang ‘salah’ dan kesalahan itu yang buat saya sendiri yaitu berjudi, minum miras dan merokok. Sejak itu saya putuskan sendiri ‘saya berhenti merokok, mabuk dan judi. Kiranya Tuhan menolong saya,’

Berhenti merokok, minum miras dan judi, memang berat harus didukung niat kuat. Ketiga kebisaan yang merugikan itu saya hentikan total. Sejak itu saya mulai tenang dan isteri serta anak-anak bergembira. Orang tua dan mertua pun bangga. Saya sudah berhenti merokok, minum miras dan judi 7 tahun, tandasnya menutup cerita.

Apakah caritanya ini fiksi itulah urusannya, namun penulis lihat raut wajahnya serius.

Merokok, Miras dan Kurang Tidur Lahan Covid-19

Pengalaman teman saya dikaitkan dengan pencegahan pandemi covid-19 sangat signifikan.

loading...

News Feed