Kyai Said : Jangan Asal Komentar, Nggak Ngerti Islam Nusantara Tanya ke PBNU

  • Bagikan

BERITA9, JAKARTA – Banyaknya salah pengertian tentang Islam Nusantara yang kali pertama digaungkan Nahdlatul Ulama (NU) membuat puluhan Habaib, Kyai dan seluruh warga NU merasa miris. Sejatinya, konsep Islam Nusantara sejalan dengan Islam yang Rahmatan Lill’alamiin. 

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NU KH Said Aqil Siroj menjelaskan, banyak kelompok maupun individu salah mengerti tentang konsep Islam Nusantara dikarenakan orang yang tidak mengerti itu tidak meminta penjelasan ke PBNU. Mereka hanya beranalogi sendiri tanpa dasar yang jelas.

“Banyak yang salah paham, tapi mereka tidak mau bertabayun (minta penjelasan atau konfirmasi, red) ke PBNU,” jelas Kang Said di Jakarta.

Kang Said menjelaskan, Islam Nusantara adalah Islam yang menggabungkan Islam dengan budaya, Islam yang bersatu dengan nasionalis, dan Islam yang bersatu dengan kebangsaan.

Semua itu berpijak kepada para Wali Songo-lah yang menyebarkan Islam di Bumi Nusantara hingga sebesar ini. Para Wali Song itu menjadi panutan dalam mengembangkan Islam Nusantara yang melebur dengan budaya, toleran, dan ramah.

Konsep besar Islam Nusantara dan mencapai puncak ide, pertama kali dicetuskan oleh pendiri NU Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dengan konsep penggabungan Islam dan kebangsaan.

“Islam Nusantara bukan mazhab, bukan aliran, tapi tipologi, mumayyizaat, khashais,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Said, Islam Nusantara bukanlah Islam yang anti-Arab dan Islam yang benci Arab. “Islam yang santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak, dan berperadaban. Inilah Islam Nusantara,” tegasnya.

“Setuju dengan Islam Nusantara silakan, tak setuju tidak apa-apa,” pungkasnya.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqofah tersebut mengaku kalau istilah dan konsep Islam Nusantara adalah gagasan PBNU. Ia membeberkan bahwa konsep ini dibahas di rapat gabungan Tanfidziyah dan Syuriyah PBNU sebelum akhirnya menjadi tema Muktamar Ke-33 NU di Jombang 2015 lalu.

Sejauh ini, banyak pihak yang tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang konsep Islam Nusantara, diantaranya adalah Laurent Booth (adik ipar Tony Blair), Dubes Perancis, Dubes Austria, Dubes Australia, Dubes Inggris, Mufti Ankara, dan Rektor Dar Al-Quran Sudan.  (red/muchlishon/fathoni)

  • Bagikan