oleh

Ini Hubungan Teori Bing Bang Alam Semesta Dengan Surah Al Anbiya Ayat 30

BERITA9, JAKARTA – Kapan alam semesta ini terbentuk? Banyak ahli, ilmuan dan lembaga peneliti terus melakukan kajian. Sejauh ini teori Dentuman Besar atau Big Bang masih dianggap sebagai jawaban.

Bagi ummat Islam, teori bing bang sejatinya telah dijelaskan dalam Alquran, tepatnya di Surah Al Anbiya ayat 30 yang sudah menjelaskan mengenai awal terbentuknya semesta ini.

The Big Bang merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta. Begitu hasil kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.

Bukti ilmiah tentang ledakan besar sesuai teori Big Bang dipaparkan oleh NASA. Pada 1989, George Smoot bersama Tim NASA meluncurkan satelit untuk meneliti asal mula alam semesta.

Baca Juga: Manfaat Buah dan Kulit Manggis Untuk Kesehatan Wanita

Melalui instrumen sensitif yang disebut COBE atau Cosmic Background Emission Explorer, penelitian itu mengungkapkan bahwa terdapat sisa-sisa ledakan besar alam semesta. Dari berbagai fakta ilmiah, akhirnya teori Big Bang mendapatkan persetujuan dunia ilmiah.

Dalam sebuah artikel yang dimuat pada Oktober 2014, Scientific American menuliskan bahwa teori Big Bang adalah satu-satunya teori yang dapat menjelaskan asal mula alam semesta.

Teori ini menjelaskan alam semesta awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang terus menerus. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu.

Teori ini yang kemudian menjadi referensi sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini pula yang diyakini para ilmuan sebagai penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan mengenai terjadinya alam semesta.

Baca Juga: Halalkah Bekicot? Ini Fatwa Majelis Ulama Indonesia

Georges Lemaître, seorang biarawan Katolik Roma Belgia, dianggap sebagai orang pertama yang mengajukan teori ledakan dahsyat mengenai asal usul alam semesta, walaupun ia menyebutnya sebagai “hipotesis atom purba”.

Kerangka model teori ini bergantung pada relativitas umum Albert Einstein dan beberapa asumsi-asumsi sederhana, seperti homogenitas dan isotropi ruang. Persamaan yang mendeksripsikan teori ledakan dahsyat dirumuskan oleh Alexander Friedmann.

Setelah Edwin Hubble pada tahun 1929 menemukan bahwa jarak bumi dengan galaksi yang sangat jauh, umumnya berbanding lurus dengan geseran merahnya, sebagaimana yang dipaparkan oleh Lemaître pada tahun 1927.

Pengamatan ini dianggap mengindikasikan bahwa semua galaksi dan gugus bintang yang sangat jauh memiliki kecepatan tampak yang secara langsung menjauhi titik pandang kita: semakin jauh, semakin cepat kecepatan tampaknya.

Jika jarak antar gugus-gugus galaksi terus meningkat seperti yang terpantau sekarang, semuanya haruslah pernah berdekatan pada masa lalu.

Gagasan ini secara rinci mengarahkan pada suatu keadaan massa jenis dan suhu yang sebelumnya sangat ekstrem. Berbagai pemercepat partikel raksasa telah dibangun untuk mencoba dan menguji kondisi tersebut, yang menjadikan teori tersebut dapat konfirmasi dengan signifikan.

Tanpa adanya bukti apapun yang berhubungan dengan pengembangan awal yang cepat, teori ledakan dahsyat tidak dapat memberikan penjelasan mengenai kondisi awal alam semesta, melainkan sekadar mendeskripsikan dan menjelaskan perubahan umum alam semesta sejak pengembangan awal tersebut.

Nah di sini letak masalahnya. Sesungguhnya jauh sebelum ada kehidupan manusia dan alam semesta ini Allah SWT telah memberikan gambaran jelas di dalam Alquran bahwa alam semesta ini, yakni langit dan bumi beserta segala isinya ini pada awalnya adalah satu gugusan.

Namun untuk menciptakan kehidupdan di dalamnya, maka Alloh memisahkan keduanya. Langit diangkatnya ke atas, sementara bumi tetap dibawah. Di antara keduanya terdapat hujan (air) yang kemudian menjadi tumbuh tumbuhan dan kehidupan untuk manusia dan alam semesta.

Seandainya ditarik ke dalam pesan Al-Quran, Teori Big Bang

Sesungguhnya bisa saling menjadi penjelasan yang memperkuat. Karena sebelum teori Big Bang dikemukakan, Alquran lah yang telah menjelaskan terkait terbentuknya alam semesta.

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” isi Surah Al Anbiya Ayat 30

loading...

News Feed