Wabup Yusuf Widyatmoko Pantau UNBK SMA/SMK di Banyuwangi

  • Bagikan
Wabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko di dampingi Kadispendik, Sulihtiyono saat memantau UNBK di SMAN 1 Glagah (foto joko/BERITA9)

BERITA9 BANYUWANGI – Seluruh siswa SMA/SMK se Kabupaten Banyuwangi hari ini, Senin (9/4/2018) melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pada tahun ini, pelaksanaan UNBK di Banyuwangi seluruhnya sudah menggunakan komputer.

Memastikan pelaksanaannya berjalan lancar, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko meninjau langsung ke sejumlah sekolah di Banyuwangi diantaranya, SMAN I Giri, SMAN I Glagah dan SMAN I Banyuwangi.

Pada tahun ini, UNBK tingkat SLTA diikuti 5.868 siswa dari 51 SMA/MA Negeri/Swasta se-Banyuwangi. UNBK digelar selama empat hari, yang dimulai hari ini Senin 9/4/18 hingga Kamis 12/4/18 .Jadwalnya, hari pertama Bahasa Indonesia, kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris dan hari keempat satu mata pelajaran sesuai jurusan.

Tiba di SMAN 1 Giri, Wabup Yusuf langsung menuju laboratorium komputer tempat pelaksanaan ujian. Wabup Yusuf pun memastikan tidak ada kendala, terutama terkait jaringan internet.

“Tidak ada kendala yah. Jaringannya intenet lancarkan, semoga lancar terus tidak ada kendala. Nanti kalau ada masalah, silakan beri tahu kami mungkin ada yang bisa kami bantu. Yang penting, UNBK siswa jangan sampai terganggu,” kata Wabup Yusuf kepada pengawas ruangan.

Dikatakan oleh Wabup Yusuf, kedatangannya untuk memantau situasi dan kondisi ujian di sejumlah sekolah. Mengingat mulai tahun ini, seluruh sekolah di Banyuwangi sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer.

“Alhamdulilah Banyuwangi sudah 100 persen ujiannya menggunakan komputer. Meskipun masih harus dibagi dalam beberapa sesi ujian,” kata Wabup Yusuf.

Sejumlah sekolah di Banyuwangi membagi pelaksanaan ujian dalam sejumlah sesi menyesuaikan komputer yang ada di sekolah. Seperti SMAN 1 Glagah terbagi menjadi tiga sesi dalam sehari, SMAN I Giri empat sesi.

Meski demkian, tidak perlu khawatir ada kebocoran soal. Karena, di setiap sesi soalnya berbeda. Dan ini sudah sesuai dengan peraturan dari pusat,” ujar Mujiono, Kepala SMAN I Glagah.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga sempat menyambangi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) siswa SMAN I Glagah, Fitri Ayu Wulandari. Fitri, siswi tuna netra,yang saat itu tengah mengerjakan soal tertulis dengan huruf braile.

Ditambahkan oleh Mujiono, UNBK bukanlah menjadi penentu utama kelulusan. Namun, UNBK adalah salah satu komponen penilaian karena bisa menambah bobot penentu kelulusan siswa, selain raport siswa.

UNBK dan ujian lainnya porsinya 40 persen, sementara raport siswa dari semester satu s/d lima bobotnya 60 persen. Perpaduan kedua nilai itulah yang menentukan kelulusan siswa,” pungkasnya. (red)

Laporan Biro Banyuwangi : Joko Prasetyo

  • Bagikan