Tingkatkan Kompetensi Literasi, Tunas Mandiri Jatim Melakukan Pendampingan Sekolah Dasar di Nias Utara

  • Bagikan

BERITA9, NIAS UTARA – Selama pandemi Covid-19 berlangsung, proses pembelajaran dilakukan dengan daring. Namun, penyelanggaraan pendidikan jarak jauh ini bukannya tanpa masalah.

Salah satu dampak dari pembelajaran jarak jauh adalah hilangnya pengetahuan dan keterampilan (learning loss). Beberapa penyebab terjadinya learning loss adalah libur panjang, putus sekolah dan ditutupnya pembelajaran tatap muka.

Untuk mengatasi fenomena learning loss ini, Lembaga Tunas Mandiri Jawa Timur bekerjasama dengan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melakukan pendampingan pada sepuluh Sekolah Dasar di Kabupaten Nias Utara yang dimulai sejak Jumat (12/11/2021).

Baca Juga:

Melalui program “Kejar Mutu”, Lembaga Tunas Mandiri Jatim berkonsentrasi untuk melakukan pemetaan dan pendampingan kompetensi literasi, numerasi dan psikososial yang dilakukan selama satu bulan penuh, yang diakhiri pada hari Sabtu (11/12/2021).

Imam Fadlli selaku ketua tim fasilitator mengatakan bahwa lembaganya telah berkoordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan Kab. Nias Utara dan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kab. Nias Utara untuk merealisasikan program yang dilaksanakan selama satu bulan ini.

“Kami juga sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan sepuluh kepala sekolah untuk menyamakan persepsi tentang tujuan program ini” tutur kandidat doktor Universitas Merdeka, Malang ini.

Program yang sudah dimulai sejak pertengahan November ini berhasil merekam bahwa tingkat literasi dan numerasi Sekolah Dasar di Kabupaten Nias Utara masih memerlukan perhatian dan pendampingan lebih serius.

Baca Juga:

Ini dibuktikan dengan hasil asesmen awal dan pengalaman selama pendampingan yang dilakukan oleh tim fasilitator. Menurut Imam Fadlli, selama pendampingan para tim fasilitatornya menemukan beberapa kasus dimana peserta didik mengalami kesulitan, di bidang literasi dasar, seperti membaca dan kemampuan berbahasa Indonesia.

“Untuk kompetensi numerasi pada kelas tinggi (4,5 dan 6) di beberapa sekolah masih mengalami kesulitan yang cukup signifikan” ungkapnya

Untuk itu pihaknya memfokuskan pendampingan pada aspek materi dimana siswa masih mengalami kesulitan. Sekaligus mengharapkan agar pasca berakhirnya program ini

ditindak lanjuti dengan mengoptimalkan partisipasi multi pihak, baik sekolah, orang tua dan dinas pendidikan untuk mengejar ketertinggalan di bidang numerasi dan literasi.

Selain pendampingan kompetensi, Lembaga Tunas Mandiri juga melakukan pendampingan psikososial untuk meningkatkan semangat belajar. Hal ini penting karena para siswa selama pembelajaran daring akses dan asupan keterampilan dan pengembangan ketangkasan sangat terbatas.

Adapun para kepala sekolah, memberikan atensi yang positif terhadap program Kejar Mutu ini. Mereka rata-rata mengingkan kegiatan ini tidak hanya diperuntukan untuk peserta didik, namun juga untuk meningkatkan skill mengajar para guru. (*)

  • Bagikan