Jurnal Otoritas Unismuh Makassar Pertama di LLDIKTI  IX Raih Akreditasi S-2

  • Bagikan

BERITA9, MAKASSAR – Keputusan Direktorat Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Ristek dan Dikti No. 21/E/KPT/2018, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode 1 Tahun 2018, tanggal 17 Juli 2018.

Menobatkan Otoritas Jurnal Ilmu Pemerintahan FISIP Unismuh, di peringkat S-2 atau terakreditasi nasional. Tata kelola Jurnal ini bekerjasama dengan Asia Pacific Society for Public Affairs (APSPA),

Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia (KAPSIPI) dan Asosiasi Ilmu Pemerintahan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AIPPTM).

Ketua Dewan Editor, Ahmad Harakan mengatakan, pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak dan mengelola jurnal itu seperti mengelola kehidupan.

“Kita memulai dari kelahiran, pertumbuhan, masa sulit dan bahkan “kematian”, untunglah masih punya kesempatan untuk kelahiran kembali,” kata Ahmad dalam rilis melalui email yang diterima redaksi, Sabtu (29/9/2018).

Terima kasih atas semua pihak yang turut merawat kemajuan jurnal ini. Para reviewers dan mitra bebestari yang yang kokoh menjaga kualitas.

Jurnal Otoritas Ilmu Pemerintahan FISIP Unismuh adalah Jurnal pertama di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi meraih peringkat S-2 atau terakreditasi nasional.

Wakil Dekan II FISIP Unismuh, Andi Luhur Prianto, inisiator pendirian Jurnal Otoritas menegaskan, jurnal ini punya road-map dan milestone yang terukur. Pencapaian ini akan memacu pengelola untuk jenjang yang lebih tinggi.

Yakni Sebuah jurnal internasional yang di indeks oleh lembaga pengindeks bereputasi. Tantangan kita kedepan adalah konsistensi, indeksasi, sitasi, dan diversifikasi authorship.

Semoga para penulis tidak “membunuh” jurnal ini dengan standar yang rendah”. Dalam dua tahun ke depan, di targetkan jurnal ini sudah terindeks di lembaga pengindeks bereputasi seperti Clarivate Analytics dan Scopus. Dekan Fisip Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik, mengapresiasi dan memberi selamat untuk tim pengelola Jurnal Otoritas.

Kami hanya meneruskan gagasan besar sebelumnya. Perguruan tinggi memang harus _concern_ pada produksi dan reproduksi pengetahuan, karena itulah core bussiness utama perguruan tinggi.

Dia berharap pencapaian ini memicu lahirnya jurnal-jurnal bereputasi baru di baik lingkungan FISIP Unismuh, maupun di lingkup Universitas Muhammadiyah Makassar. (red)

Kontribusi : Ma’ruf

  • Bagikan