oleh

Menyamar Jadi Orang Cacat, Walikota ini Bongkar Kinerja Buruk Pegawainya

BERITA9, JAKARTA – Raut mukanya menahan amarah saat mendengar pengaduan dari beberapa warganya penyandang disabilitas. Ia seolah tak percaya atas perlakuan buruk yang mereka terima.

Pengaduan tak mengenakan atas perlakuan diskriminasi pegawai negeri sipil terhadap penyandang disabilitas tidak didengarnya sekali ini saja. Tapi ada puluhan aduan yang masuk.

Setelah mempertimbangkan banyak hal, antara percaya dengan aduan warga atau percaya kepada rekan kerjanya, sang walikota memutuskan mencari fakta secara langsung dan tersembunyi.

Dan akhirnya sang walikota ini memutuskan melakukan penyamaran guna memantau bagaimana kinerja para pegawai negeri.

Kemudian dia menyamar sebagai orang cacat dan mendatangi tempat tersebut secara langsung, menurut laporan Oddity Central beberapa waktu lalu.

Akibatnya, Carlos Tena walikota Cuauhtémoc, sebuah kota di negata bagian Chihuahua, Meksiko melakukan ekperimen sosial.

Tena menghabiskan dua bulan menyusun rencana untuk menguji sikap pekerja sosial setempat, kemudian mengunjungi pegawai negeri di kantor Walikota dan Dinas Sosial sebagai orang cacat.

Dia mengenakan sweater tebal, dan menutupi sebagian wajahnya dengan kacamata, dan juga topi abu-abu, serta perban di telinga kirinya.

Untuk semakin meyakinkan cederanya, Calos Tena masuk ke Direktorat Pembangunan Sosial menggunakan kursi roda, kemudian dia meminta bantuan.

Dia minta makanan gratis untuk orang cacat dan warga miskin, jika diabaikan dia berhak menuntut hukum.

Namun, kenyataanya dia diabaikan bahkan didiskriminasi.

Kemudian dia pura-pura mengunjungi kantornya sendiri dan ingin berbicara pada walikota, tetapi diberitahu tidak ada.

Ketika dia meminta untuk berbicara dengan Sekretaris Dewan Kota, dia juga diperlakukan kasar dan disuruh menunggu di lorong.

Bahkan pelayanan publik tidak tiba selama menunggu 1 setengah jam.

Pada saat itu, Tena yakin bahwa pengaduan yang diterima olehnya dari orang-orang cacat memang benar, kemudian dia turun dari kursi roda dan melepas semua penyamarannya.

Hal itu membuat staf Balai Kota kaget.

“Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menunjukkan realitas yang dialami warga setiap hari, ketidakpedulian dan pengabaian yang mereka hadapi dari pegawai negeri,” kata Tena kepada wartawan.

“Saya memutuskan untuk melakukan percobaan ini dan saya harus mengetahui pasti siapa yang bisa saya percaya, warga, atau rekan kerja saya,” katanya.

Menurut surat kabar Meksiko, Tena dikenal sebagai orang yang memperjuangkan perlakukan sama pada mereka yang kurang beruntung secara sosial.

Membantu mereka selama dia memiliki kekuasaan, bahkan dia rela menyamar demi mengetahui realitas sebenarnya.

Tena menjelaskan dia kecewa dengan kinerja rekannya, dengan mendiskriminasi dan mengabaikan orang-orang yang kurang beruntung.

Sejauh ini dia mendengar keluh kesah tentang orang-orang yang dianiaya untuk mengambil langkah selanjutnya.

loading...

News Feed