Bocah Pengidap Manypocelle di Kebumen, Ibunya Divonis Menderita Gangguan Jiwa

  • Bagikan
Dandim 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Piliang menjenguk Dina Sapitri penderita penyakit manypocelle (foto kb express)

BERITA9, KEBUMEN – Dina Saputri, bocah yang tinggal di RT 2 RW 3 Dukuh Bedogol Desa Banjarwiangun Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen masih terlihat ceria. Padahal kondisi bocah berusia 8 tahun itu sedang menderita penyakit langka bernama manypocelle atau benjolan yang tumbuh di jidat hingga menutupi bagian hidung.

Penyakit itu mirip dengan hernia, bedanya hernia benjolan di alat vital lelaki, sedangkan manypocelle benjolan disekitar jidat hingga dapat melebar keseluruh bagian muka. Bahkan bentuk wajahnya terlihat tak biasa seperti pada umumnya.

Keadaan semakin memburuk dengan kondisi keluarga bocah Dina yang tidak jelas juntrungannya. Ibu kandung Dina, Nurlena (35) sedang mengalami masalah psikis dan sempat di periksa di RSDS Magelang.

“Ibunya menikah 3 kali, saat dicerai kondisi psikisnya kambuh, dan saat ada suami dia kembali normal,” kata Dui Norowati salah satu tetangga Dina.

Dina anak nomor dua dari ayah kedua itu mempunyai juga mempunyai kakak laki – laki bernama Deni Pranoto. Namun, akibat korban permasalahan keluarga, kakak Dina yang saat itu tengah duduk di bangku sekolah dasar juga mendapat permasalahan di sekolah hingga akhirnya Deni hidup bersama orang lain.

Kondisi Dina pun cukup memprihatinkan. Kini, dalam satu rumah, dia tinggal bersama ibu ayah tiri, neneknya serta adik bayinya dari ayah ke 3. Sudah begitu, rumah yang mereka huni masih seadanya. Masih berlantai tanah, bahkan aliran listrik dan penerangan rumahnua masih numpang dari tetangga ditambah alas tidur yang kurang memadai.

Meski ia hidup bersama orang tuanya, namun kebutuhan ekonomi sepenuhnya ditanggung oleh sang nenek Mustanginah. Diusianya yang sudah renta nenek berumur 75 tahun dengan badan kurus kering dan rambutnya yang memutih harus menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya yang kerja, kadang bikin tudung, kadang ke sawah, sering juga mendapat bantuan dari tetangga,” kata Mustanginah Senin (31/12/2018).

Mustanginah mengaku hanya bisa pasrah melihat kondisi keluarganya saat ini. Sebagai orang tua tunggal, Mustanginah juga harus menerima kenyataan anaknya Nurlena justru pulang mengalami keterbelakangan mental usai pulang dari merantau ke luar negeri. Padahal, Nurlena ini menjadi harapan terbesarnya untuk membantu perekonomian keluarga.

Baca Juga :

Sudah begitu, adik Nurlena, yakni Joko (37) juga mengalami keterbelakangan mental. Sehari-hari, Joko hanya mengurung diri di rumahnya.

Bantuan Personil TNI

Penderitaan bocah Dina rupanya sampai ke telinga Komandan Kodim (Dandim) 0709 Kebumen Letkol Inf Zamril Piliang. Tak banyak basa basi, perwira menengah itu langsung mengunjungi rumah Dina Saputri.

“Saya iba, kita dalam keadaan hidup enak, sementara anak kecil ini harus menahan penyakit yang dideritanya, kami berinisiatif membawa Dina ke Jakarta,” kata Zamril.

Tak cukup membawa bocah Dina berobat ke Jakarta, Letkol Zamril pun berniat merehabilitasi rumah keluarga Dina agar layak huni. Termasuk menyambungkan secara mandiri aliran listrik. Diketahui untuk menerangi rumah, keluarga Dina masih menumpang ke tetangga.

“Secepatnya segera kami tangani, untuk rumah nanti kita benahi, kita pasang listrik dan Dina akan kami obatkan ke Jakarta. Insya Allah 5 Januari nanti bisa dimulai,” ujarnya.

Terkait sumber dana bantuan pengobatan dan rehab rumah keluarga Dina, Letkol Zamril memastikan berasal dari urunan para anggota TNI.

“Ini bukan program kerja, namun rasa simpati kami, bersama dukungan salah satu anak rantau di Jakarta yang juga tergugah hati untuk membantu sesama, harapan kami semoga lebih banyak orang yang mau berbagi,” kata Zamril. (red)

Kontribusi : Agung

  • Bagikan