Soal Penyaluran BPNT Melalui Agen Tidak Resmi Desa Parangharjo, Camat Songgon Akui Sudah Pernah Melakukan Teguran

  • Bagikan
Keterangan foto: Ilustrasi.

BERITA9, BANYUWANGI – Ramainya berita tentang penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon melalui agen tidak resmi, Camat Songgon, mengaku sudah melakukan pembinaan.

Kepada wartawan Kuntha Prasnowo, Camat Songgon, Kabupaten Banyuwangi mengaku sudah melakukan pembinaan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan teguran kepada agen yang tidak resmi.

“Kami sudah melakukan pembinaan lebih 1x  kepada KPM dan teguran terhadap agen tidak resmitetapi mereka tetap memaksakan menyalurkan,” ucapnya. Selasa, (23/3/2021).

Bahkan Camat Songgon tersebut mengaku tidak hanya melakukan pembinaan dan teguran, dirinya juga sudah berkordinasi dengan pihak desa.

“Dan kami juga sudah koordinasi dengan desa terkait itu. Ternyata tidak di indahkan oleh agen tidak resmi,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Kabar miring tentang penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Parangharjo, kecamatan Songgon mulai terhendus. Pasalnya BPNT di Desa tersebut diduga disalurkan melalui agen yang tidak resmi.

Hal tersebut terjadi di Dusun Rejeng, Desa Parangharjo. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa mencairkan BPNT di salah satu toko setempat. Parahnya di toko tersebut tidak memilik alat untuk menggesek.

” Ya mas kami Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, mencairkan ditoko Pak Ahmad Baihaki,” ujar K, salah satu warga penerima manfaat setempat. Senin, (22/3/2021).

Bahkan K, mengaku dirinya bersama dengan puluhan KPM Dusun Rejeng, mencairkan dan mengambil bahan pokok di toko milik Pak Ahmad Baihaki. Adapun prosesnya kartu diserahkan kepada Pak Ahmad Baihaki.

” Sudah lama kita mencairkan BPNT melalui Pak Ahmad Baihaki mas,” ungkap K, lagi.
Sementara Ahmad Baihaki, saat dikonfirmasi dirumahnya dirinya membenarkan jika menjadi agen penyalur BPNT sejak dahulu.

” Memang benar mas, saya menjadi penyalur BPNT,” ujarnya. Senin, (22/3/2021).

Menurut Ahmad Baihaki, dirinya sejak dulu telah menyalurkan BPNT karena dia juga mengaku sebagai pemegang EDC yang dahulu mencairkan BPNT. Namun saya juga heran EDC miliknya tidak bisa digunakan untuk mencairkan.

“Saya juga salah satu pemegang EDC, sejak EDC yang kami pegang tidak bisa dipergunakan untuk mencairkan, hal tersebutlah yang menjadikan polemik,” tuturnya.

Bahkan, masih Baihaki, sebagai penyalur BPNT di Desa Parangharjo, dirinya mengaku tidak sendirian.

” Agen penyalur BPNT di Desa Parangharjo ini bukan hanya saya saja mas, namun masih ada lagi agen yang mencairkan BPNT,” tegasnya.
Saat disinggung soal dimana penggesekan BPNT tersebut, Ahmad Baihaki, mengaku jika pada saat menggesek dirinya menitipkan kartu milik KPM pada temanya.

” Mohon maaf untuk penggesekan saya titipkan pada teman saya, dimana tempatnya saya tidak tau mas,” akunya.

Ahmad Baihaki juga menambahkan, bahwa dirinya pernah dijanjikan oleh salah satu orang BTN sebagai penyalur BPNT yang resmi. 

” Saya dulu pernah dijanjikan oleh salah satu orang BTN untuk menjadi agen resmi, bahkan saya dan toko pernah di foto mas,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan