oleh

Warga Situbondo Tak Beridentitas Sakit Parah di Malaysia

BERITA9, SITUNONDO – Warga Situbondo Jawa Timur, bernasib malang sakit parah di Negeri Jiran Malaysia, pengobatannya terpaksa dihentikan lantaran tidak memiliki biaya.

Diketahui, warga yang mengalami sakit parah asal Situbondo pertama kali, melalui akun @ulinanindia di media sosial Facebook yang menulis warga asal Situbondo, dirawat di Hospital Serdang Malaysia seorang diri. Tidak memiliki keluarga, sedangkan identitas yang ada bernama Ulfatun Hasanah.

Dalam kolom komentarnya Ulin Anindia, memulis “maaf ye..saye tidak tau ape”…saya cuma tengok ket Hospital dia tergeletak sorang tak ade siape” berkawan, sebab saye tanya kata Hospital tak ada yg tau identity pesakit…

Paspor atas nama Suhani warga Situbondo Jawa Timur yang dirawat di RS di Malaysia. (Foto istimewa)

Informasi serta data yang berhasil dihimpun BERITA9.NET wanita itu diduga sebelumnya tidak memiliki identitas, Tim IWS Situbondo Korwil Timur, melalui Pengurus Pusat IWS Akhlis Munazilin, berhasil menemukan keluarganya di Desa Pesangrahan  Kecamatan Jangkar. Kabupaten Situbondo.

Dari hasil penelusuran tim redaksi, postingan tersebut juga ada di Facebook dengan nama akun @TKIPeduli yang memposting kondisi Suhani yang memprihatinkan. Posting dibuat tanggal 28 Juni 2020.

KETIKA NASIB BERKATA LAIN DI TANAH RANTAU😰 JANGAN REMEHKAN SEORANG PERANTAU,KAMI BUKAN PECUNDANG,HANYA SAJA KAMI PUNYA TEKAD DAN IMPIAN.SALAM TANGGUH PEJUANG DEVISAPosted by TKI Peduli on Saturday, June 27, 2020

Warga Situbondo yang menjadi TKI di Malaysia dalam kondisi sakit parah, pengobatannya terpaksa dihentikan karena ketiadaan biaya.

Warga yang dikabarkan sakit di Hospital Serdang Malaysia bernama Suhani kelahiran Situbondo. 01 Februari 1970, putri dari pasangan Metsu dan Milati (keduanya telah meninggal dunia) asal Kampung Acem Rt 01 Rw 02 Desa Pesangrahan Kecamatan Jangkar.

Akhlis Munazilin yang akrab disapa Kang Akhlis mengatakan, pihaknya sudah menemukan keluarganya, hari ini Rabu (8/7/2020). “Kami akan kordinasi dengan Desa setempat, dan Dinas terkait,” kata Kang Akhlis.

“Dari Tim IWS di Malaysia saya mendapatkan informasi, saat ini alat bantu dari dokter di Hospital Serdang Malaysia, sudah dicabut lantaran kehabisan dana,” pungkasnya (*)

Laporan Biro Situbondo: Sutikno

loading...

News Feed