Puluhan Rumah Dibantaran Sungai Sumberwaru Situbondo Terancam Longsor

  • Bagikan

BERITA9. SITUBONDO -Puluhan Tahun warga Dusun Sidomulyo Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, menunggu perbaikan bantaran sungai atau biasa disebut Bronjong. Sebab, kondisi bantaran sungai sangat memprihatinkan.

Diketahui aliran sungai tersebut bernama Kalorkoran, bermuara dibibir pantai Sidodadi, terletak di Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih, setiap musim hujan, kerap terjadi banjir besar, berdampak kepada rusaknya bantaran sungai, luapan air kerumah rumah warga dan pemakaman umum.

Kerusakan parah disepanjang bantaran sungai, selain faktor alam juga minimnya tembok penahan tanah, serta kurangnya kesadaran masyarakat yang menanami rumput ditengah aliran sungai.

Baca Juga: Tragis, Kakek Renta di Tabrak Kereta Api Jasadnya Terpental ke Jurang

Pantauan Berita9.net, titik kerusakan terparah saat ini berada diblok Bheto Ampar Dusun Sidomulyo, Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih, dengan kondisi aliran berbentuk L, bantaran sungai longsor dan mengikis tanah warga.

“Dulu jarak sungai sekitar 15 meter kerumah saya pak, sekarang tinggal dua meteran  hampir kepondasi rumah saya,” terang Yati warga sekitar.

Upaya yang dilakukan warga serta pemerintah Desa, mengajukan perbaikan bantaran sungai tersebut, sudah kesekian kalinya, seperti yang disampaikan Arjo ketua RT setempat mengatakan.

Baca Juga: Bupati Situbondo Sidak Proyek di Kecamatan Banyuputih

“Itu sejak 2014 sudah diajukan pak, namun belum ada tanda tanda, dan saat ini kondisinya tahu sendiri sudah mepet ke pondasi warga saya, dan sudah disurvey beberakali,” ungkap Arjo.

Warga berharap untuk saat ini ada perhatian, dan bantuan dari Dinas terkait terutama Pemerintah Kabupaten Situbondo dan pusat, untuk memberi pengaman disisi kanan dan kiri bantaran sungai, baik berupa bangunan.

Kepala Desa Sumberwaru. Imam Anshori, mengatakan, pihaknya sudah berusaha sedemikian rupa, salah satunya dengan berkirim surat kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air Jawa Timur di Surabaya serta Bupati Situbondo.

Baca Juga:

“Yang jelas sudah kami upayakan, salah satunya berkirim surat kepada dinas terkait, sebagai upaya agar warga kami tidak terjadi hal tidak kami inginkan, khususnya yang ada disepanjang bantaran sungai,” tandas Imam. (*)

  • Bagikan