PT. BAP Lempar Janji Sembunyi Tangan, Korban Tipu-tipu Mulai Bernyanyi

  • Bagikan
Kiri; surat pernyataan Arwijo (Foto Sutikno/BERITA9) Kanan; Koenang, yang menurut Kades Sumberwaru, dirinya mengaku pejabat di Kementerian Keuangan. (Foto profil WhatsApp Koenang)

Peran Khoirul Anwar alias Heru

Dalam surat pernyataan yang dibuat Arwijo bahwa dirinya tidak lagi mengetahui kelanjutan ‘rencana kerja’ yang dibuat Koenang. Terkait soal uang Rp 33 juta yang sudah disetor, ia mengaku tidak mengetahui sama sekali. “Yang terima itu Pak Koenang,” kata Arwijo.

Pernyataan itu selaras dengan keterangan Kepala Desa Sumberwaru Imam Anshori yang mengatakan telah menyetorkan uang sebesar Rp 33 juta sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan infrastruktur senilai Rp 15 milyar.

Heru alias Khoirul Anwar dari data yang didapat media ini, diketahui berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Dalam aksinya, Heru selalu menyebut dirinya sebagai perwakilan resmi PT. Bimantara di Situbondo. Setidaknya telah ada 4 orang yang mengaku telah menyetorkan sejumlah dana untuk mendapatkan bansos, mulai dari pembangunan musholla, masjid sampai hewan sapi.

Baca Juga: Pengurus Musholla di Situbondo Menunggu Janji PT. Bimantara Adhi Persada

Data terbaru yang didapat media ini, ada dua orang yang mengaku telah menyetorkan dana Rp 10 juta dan Rp 5 juta ke Heru alias KHA (Khoirul Anwar).

Keduanya adalah pengurus masjid dan taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berlokasi di Desa Banyuputih Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Mereka berdua dijanjikan projek rehabilitasi masjid dan TPA.

KHA sendiri pada pekan lalu berjanji akan mempertemukan para korban dengan pihak PT. Bimantara Adhi Persada. Namun hingga berita ini naik tayang, pertemuan itu tidak pernah terjadi.

Anehnya, KHA meminta kepada kedua korban untuk membuat pernyataan mengundurkan diri program penerimaan bansos infrastruktur sebagai syarat pengembalian dana.

Baca Juga: Diduga Video Syur Oknum Pengacara dan Sekretarisnya Muncul di Banyuwangi

Isi surat tersebut;
“Dengan ini menyatakan Mengundurkan diri dari Program Bantuan Sosial Langsung Presiden, Menteri, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.
“Jenis Pengajuan Program adalah Pembangunan Masjid Nurul Mukarromah yang beralamat di….. Desa/Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan tanpa tekanan dari pihak manapun, untuk melengkapi persyaratan Permohonan Pengembalian Uang sebesar Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) yang telah disetor tunai oleh Pihak Panitia
Pembangunan Masjid (sensor) pada pihak PT. BIMANTARA yang beralamat di
Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Surat pernyataan kedua, isinya sama…,.

  • Bagikan