Mulai Bermunculan Korban Dugaan Bansos Bodong PT. Bimantara Situbondo

  • Bagikan
Imam Anshori Kades Sumbermujur, Kecamatan Banyuputih korban dugaan bansos bodong PT Bimantara. (Foto Sutikno/BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Satu persatu orang yang menjadi korban program bodong yang diduga dilakukan PT. Bimantara mulai buka suara.

Rerata korban diiming-imingi bantuan infrastruktur atau bantuan program sapi. Salah satu korban, Kepala Desa (Kades) Sumberwaru Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo.

Sang Kades menyebut, awalnya ia ditawari program TP Desa berupa pembangunan kantor desa, plengsengan, jalan hotmix dan lampu penerangan jalan umum (PJU) senilai Rp milyar. Janji manis itu terjadi pada bulan Februari tahun 2021.

Tidak sampai disitu, Kades juga ditawari program bimbingan teknik (bimtek). Namun tidak jelas bimtek dalam program apa. “Kita juga di janjikan bimtek ternyata sampai sekarang tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga: Pengurus Musholla di Situbondo Menunggu Janji PT. Bimantara Adhi Persada

Namun, sebelum terealisasi, Kades harus menyetor sejumlah dana yang disebut sebagai dana parkir dan survei.

“Pertama minta Rp180 juta, lalu turun minta Rp 25 juta, tapi ternyata membengkak. Jadinya disiapkan Rp25 juta + Rp8 juta, jadi total Rp33 juta. Itu saya setor ke Kunang,” kata Imam Anshori Kades Sumberwaru kepada berita9.net Rabu (12/1/2022).

Saat ditanya siapa itu Kunang, sang Kades menjelaskan, bahwa Kunang itu ngakunya orang Kementerian Keuangan yang ada di PT. Bimantara. Saat ditanya apakah ia pernah melihat id card atau surat tugas, Imam menggeleng kepala.

Saat ditanya darimana ia mengenal Kunang, Kades menjelaskan dari bawahannya yang bernama Arwijo. Lalu Kades menjelaskan bahwa Arwijo itu adalah petugas kebun alias petugas kebersihan di kantor desa Sumberwaru.

Saat ditanya kenapa bisa percaya, Imam menjelaskan, hubungan dengan bawahannya itu sudah seperti saudara. Sehingga ia menaruh kepercayaan kepada Arwijo.

“Ya tiap hari kan ketemu, sudah seperti keluarga. Hampir tidak ada sekat antara saya dan bawahan. Saya percaya karena Kunang itu masih ada keluarga dengan Arwijo. Saya pikir jaminannya ya kepercayaan,” ucap Imam.

Dalam dokumen yang didapat media ini, ada surat yang menyatakan bahwa Arwijo adalah direktur PT Bimantara wilayah Situbondo. Hal ini berbeda dengan keterangan Khoirul Anwar (KHA) dan Bagus yang menyebut nama kepala perwakilan mereka di Situbondo bernama Andre.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *