Heboh SE Menag, Simak nih Petuah KHR Achmad Azaim Ibrahimy Sukorejo

  • Bagikan

BERITA9, SITUBONDO – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, KHR Achmad Azaim Ibrahimy meminta masyarakat bijaksana menyikapi surat edaran (SE) Kementerian Agama (Kemenag) perihal Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala.

“Masyarakat tidak perlu ikut gaduh, sikapi dengan bijaksana, dan dewasa,” ujarnya seperti dikutip dari siaran RRI, Senin (28/2/2022).

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama KHR As’ad Syamsul Arifin itu berkata, sebenarnya surat edaran itu bukanlah barang baru. Jauh sebelumnya sudah ada Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 101 Tahun 1978 tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala.

Baca Juga: GP. Ansor: Yaqut Korban Propaganda Kaum Fasiq

“Tentunya aturan itu memiliki langkah-langkah yang hirarkis. Ada sosialisasi, kearifan lokal dan sebenarnya itu juga aturan lama,” terang ulama muda yang penuh kharismatik itu.

Kiai Azaim meminta agar masyarakat jangan sampai ikutan gaduh dengan situasi saat ini yang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu yang sengaja menciptakan kegaduhan dengan melakukan provokasi melalui media sosial.

“Mungkin ada beberapa hal kepentingan dan situasi yang tidak menguntungkan untuk stabilitas nasional. Ini yang harus kita waspadai agar kita tidak terpancing,” ujarnya.

Baca Juga: ASN Dipecat Jika Ketahuan Goreng Aturan Pengeras Suara

SE yang dikeluarkan oleh Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas nomor 05/2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala diterbitkan dalam rangka untuk menertibkan penggunaan pengeras suara di masjid dan mushala, untuk menciptakan kenyamanan dan ketentraman di tengah masyarakat Indonesia yang plural.

Namun surat edaran tersebut ramai mendapat kecaman di media sosial, dalam bentuk provokasi yang bermunculan.

Kata Kiai Azaim, jika dicermati dengan teliti, aturan di dalam SE tersebut hanya mengatur pengeras suara maksimal 100 desibel baik di dalam masjid maupun mushala, demi kenyamanan dan membangun harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. (*)

  • Bagikan