Gaya Baru Modus Penipuan Menyasar Warga Situbondo

  • Bagikan

BERITA9, SITUBONDO – Modus baru penipuan berpura punya titip uang puluhan juta kepada calon korbannya, dengan cara ditransfer.

PS (40) warga Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, Jawa Timur nyaris kebobolan dengan ulah penipu, Ahad (6/3/2022) sekira pukul 19.22 Wib.

Sang penipu mengincar calon korbannya dengan cara menelpon melalui platform media sosial messenger. Dalam pembicaraan itu, si penipu berpura pura titip uang, lantaran ia berada di perantauan.

Dalam foto sampul media sosial Facebook, si penipu menggunakan foto sampul warga RT 02 RW 07 Desa Sumberejo Kecamatan Banyuputih dengan inisial MR alias HT.

Maka tak heran, banyak warga di Kecamatan Banyuputih girang lantaran dikirimi uang puluhan juta oleh orang yang sudah dikenal bekerja di Arab Saudi.

Gelagat mencurigakan terkuak saat si penipu meminta calon korbannya disuruh tranfer kembali ke rekening sebuah bank negara atas Nama Nabila, sebesar Rp20 juta.

Alasan, si penipu butuh dana cepat lantaran anaknya sakit. Pelaku juga mengirim foto anak sakit kepada calon korbannya agar percaya.

Dengan menggunakan logat Madura si penipu mengatakan ,”Engkok matoro’a pesse, masak tak tao bekna eperantauan, bulen detheng sengkok molea, pessena 70.533 juta lema ratos kalak bekna (artinya: Saya titip uang, masak kamu tidak tahu orang perantauan, bulan depan akan pulang, uangnya 70.533 juta yang 500 ribu ambil kamu),”

PS warga setempat percaya, dan bergegas ke bilik anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat, untuk melihat transferan, namun usai dicek ternyata kosong. Anehnya si penipu malah memaksa korban untuk agar dicarikan pinjaman dulu, alasannya kalau tranfer dari luar negeri terlambat.

“Saya suruh cari pinjaman dulu, kalau dari luar negeri, transferan baru bisa masuk antara 2 sampai lima jam baru masuk,” kata PS memberikan keterangan kepada berita9.net Ahad (6/3/2022) malam jam 22.00 WIB.

Beruntung, uang PS di rekening tersisa Rp 30 ribu. Lalu korban juga diingatkan oleh kerabatnya bahwa itu salah satu modus penipuan.

Hasil informasi yang berhasil dihimpun media ini, konon di Kecamatan Banyuputih sudah ada korbannya, seperti yang disampaikan oleh Marsu (39) warga Desa Sumberejo.

“Itu bukan MR aliaa HT fotonya sama, nomer WA-nya bukan, sudah banyak korbannya, tu kayak org Madura cara bicaranya,” kata Marsu.

Sementara MR alias HT saat dikonfirmasi memastikan fotonya dipakai si penipu untuk melakukan aksi bejat. “Saya tidak pernah seperti itu, langsung telpon saya kalau ada apa apa,” tegas MR. (*)

  • Bagikan