oleh

Bacawabup Situbondo Langgar Etika ASN, Ini Hukumannya

BERITA9, SITUBONDO – Karna Suwandi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhirnya dijatuhi hukuman penundaan kenaikan gaji berkala selama setahun. Dia dinilai melanggar kode etik aparatur sipil negara (ASN).

Bung Karna, begitu biasa ia disapa, telah melanggar kode etik ASN gegara mengumumkan dirinya sebagai bakal calon bupati (Bacawabup) Situbondo medio Februari 2020 lalu.

Hal itu dia lakukan saat menghadiri acara Rapat Pimpinan Cabang DPC PPP pada tanggal 22 Februari 2020.

“Ada tembusan dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), yang dikepalai Bupati Lumajang, isinya menjatuhkan hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun,” kata anggota Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Situbondo¬†Fitriyanto di Situbondo, Jum’at (10/7/2020).

Kata Fitriyanto, penjatuhan sanksi itu buah dari penanganan pelanggaran kode etik ASN yang ditangani Bawaslu Kabupaten Situbondo.

Akan tetapi, lanjut Fitriyanto, pelanggaran yang dilakukan Bung Karna tidak termasuk pelanggaran pilkada, karena dia belum dinyatakan sebagai peserta Pilkada. Tetapi murni pelangaran kode etik ASN.

“Karena bukan pelanggaran pilkada, maka rekomendasi pelanggaran diserahkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan selanjutnya sesuai prosedur KASN hasil rekomendasinya disampaikan ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam hal ini Bupati Lumajang,” paparnya.

Sementara itu, Bung Karna membantah acara bersama PPP dikategorikan sebagai deklarasi dirinya sebagai Bacawabup Situbondo.

“Itu bukan deklarasi, tetapi hanya memutuskan untuk mengusulkan bakal calon bupati yang akan diusung dan direkomendasi DPP PPP,” kata Bung Karna usai di periksa Bawaslu Situbondo pada 1 Maret 2020 yang lalu.

“(yang melakukan) Deklarasi itu partai, karena rekomendasi dari DPP PPP sudah turun. Jadi, hari ini saya hanya berproses bukan mendeklarasikan bakal calon, karena saya masih belum sampai di bakal calon, masih belum dapat rekom juga,” tandasnya. (*)

loading...

News Feed