oleh

Tiga Bulan Bebas, Dua Orang Residivis Kembali Berurusan Dengan Polisi

BERITA9, PROBOLINGGO – Baru  tiga bulan bebas dari penjara kedua pemuda asal Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, RH (28) tahun dan SP, asal Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, ini terancam masuk penjara lagi.

Pasalnya kedua pemuda tersebut kedapatan menjual narkoba jenis sabu-sabu. Kedua residivis tersebut ditangkap Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota, pada hari Kamis (02/07/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun, tempat serta waktunya berbeda. SP, ditangkap di jalan Ir Sutami, kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih. Kota Probolinggo, Sementara RH, disergap di rumahnya, di Desa Jorongan, Kecamatan Leces.

Dalam rilisnya Kasat Narkoba, AKP Suharsono, Senin (06/07/2020) sekitar pukul 13.00 WIB, menyampaikan bahwa  tersangka SP, mengaku, sudah dua tahun berbisnis sabu-sabu dan baru 3 bulan keluar dari Lembaga Permasyakatan (Lapas). Sedangkan RH, mengaku, pernah mendekam di Lapas akibat mencuri sepeda motor.

Diketahui keduanya baru tiga bulan yang lalu bebas dari LP

AKP Suharsono juga menyebutkan, bahwa SP, yang tertangkap lebih dulu. Dan Saat digeledah ditemukan sabu-sabu seberat 0,23 gram serta satu buah pipet, tempat menghirup sabu-sabu. Barang haram yang dikemas di plastik klip berukuran kecil tersebut disembunyikan di dalam bekas bungkus rokok.

“SP, mengaku beli ke RH. Malam itu juga Yang bersangkutan kami buru. Ia kami tangkap atas laporan warga,” jelasnya.

Malam itu juga, petugas menuju rumah RH, Saat digeledah petugas menemukan 4 klip sabu-sabu yang dikemas diplastik klip berukuran kecil. Masing – masing seberat 0,28 gram, 0,26 gram, dan dua klip seberat 0,25 gram.

Selain itu petugas juga mengamankan, satu pipet, bong, 30 biji klip plastik dan sebuah handphone. “Infonya beli dari seseorang, dan saat ini masih kami buru pemasoknya,” tambah kasat Narkoba.

Akibat perbuatannya, kedua residivis tersebut terancam Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancamannya paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara, berikut denda paling sedikit Rp 1 milar, paling banyak Rp 10 miliar.

“Mereka juga terancam Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancamannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara. Denda paling sedikit Rp 800 juta paling banyak Rp 8 miliar,” Pungkasnya.(red)

Laporan Biro Probolinggo:Joko Andi S.

loading...

News Feed