Warga Pancar Berharap Program Air Bersih Segera Terealisasi

  • Bagikan
Agus Prihandoyo, (Kingkong) tokoh masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. (Foto: Joko/Berita9).

BERITA9, BANYUWANGI – Masyarakat Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi berharap agar program pengeboran air bersih segera selesai. Pasalnya masyarakat di Dusun Pancer, Khususnya Lingkungan Rowo Rejo dan Lingkungan Pulau Merah, sangat mengharapkan tersedianya saluran air bersih. 

Hal tersebut disampaikan oleh Agus Prihandoyo, salah satu tokoh masyarakat lingkungan Pulau Merah kepada awak media. Selasa, (12/10/2021) dikediamanya.

Kata Agus Prihandoyo, Sumur warga kurang jernih dan rasanya asin. Ada pula yang saat digunakan mencuci pakaian berwarna putih, maka warna pakaian tersebut berubah menjadi kuning.

“Keberadaan saluran air bersih juga untuk mendukung fasilitas sarana dan prasarana di Lingkungan Pulau Merah, yang kini menjadi jujugan wisatawan nasional maupun internasional,” ucap Pria yang akrab disapa Kingkong.

Dijelaskan oleh Kingkong, rencana lokasi pengeboran berada di Lingkungan Rowo Rejo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. 

“Saluran air bersih untuk pengadaan air bersih, bagi masyarakat di Lingkungan Rowo Rejo dan Pulau Merah,” ungkapnya.

Bahkan kata pria yang juga anggota Pokmas HIPPAM Suko Tirto tersebut mengaku jika Pokmas HIPPAM Suko Tirto, yang ia bentuk bersama warga Dusun Pancer lainya telah mendapat dukungan dari masyarakat dengan bukti tanda tangan persetujuan sekitar 600 an warga.

“Kita sudah mendapat dukungan dari masyarakat kurang lebih 600 warga. Dan itupun dibuktikan dengan tanda tangan persetujuan,” paparnya.

Diceritakan oleh Kingkong, Pokmas HIPPAM Suko Tirto dibentuk beberapa bulan lalu. Dan Pokmas sebagai penyambung aspirasi masyarakat atas pengadaan saluran air bersih.Sedangkan aktivitas pengeboran dibiayai oleh PT BSI, atas permintaan masyarakat melalui Pokmas HIPPAM Suko Tirto.

Kenapa semua itu dilakukan , lanjut dia, karena ketersediaan saluran air bersih sangat vital bagi masyarakat, terlebih dimasa pandemi. Sekaligus mendukung tumbuh kembang sektor pariwisata dan perekonomian diwilayah setempat,” ungkapnya.

Masih cerita Kingkong, dalam perjalanan, muncul sejumlah warga yang menolak rencana pengeboran air bersih. Warga yang menolak rata-rata warga yang berdomisili di Lingkungan Pancer. Atau bukan warga Lingkungan Rowo Rejo atau pun Lingkungan Pulau Merah. Padahal di daerah Pancer, kabarnya  sudah ada HIPPAM sendiri, yakni HIPPAM Tirto Bening.

Dengan kejadian ini masyarakat berharap pembuatan sumur bor dalam rangka pembangunan instalasi air bersih segera terealisasi.

“Masyarakat berharap pembuatan sumur bor untuk air bersih tersebut segera terealisasi,” pungkasnya.

Sementara Acting Senior Manager External Affairs PT BSI, Yunizar Imamsyah, mengataka, dalam hal ini PT BSI hanya membantu permintaan warga yang bermaksud baik. Namun perusahaan tidak menginginkan konflik horizontal/antarwarga, sehingga PT BSI berharap Forpimka dapat menyelesaikan masalah ini.

“PT BSI hanya membantu niatan baik warga yang menginginkan adanya pengeboran air bersih. Akan tetapi perlu diingat pihak kami tidak menginginkan terjadinya konflik antara warga. Kami berharap agar Forpimka bisa menyelesaikan persoalan tersebut,” tutupnya. (*)

loading...
Penulis: Joko PrasetyoEditor: Uya Pinta
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *