oleh

Warga Muncar Sebut Pabrik Buang Limbah Ke Laut Dimalam Hari

BERITA9, BANYUWANGI – Pabrik pengalengan dan penepungan ikan diwilayah Kecamatan Muncar, diduga kucing – kucingan saat membuang limbah. Diduga limbah dibuang ke laut pada malam hari.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asmuni, warga setempat, menurutnya, Pabrik ‘Nakal’ yang membuang limbah ke laut sangat berdampak kepada nelayan kecil, karena saat melaut tubuh mereka mengalami gatal gatal yang diduga di sebabkan  oleh limbah pabrik.

 ” Limbah pabrik itu dibuang pada saat malam hari, ketika para warga sekitar pabrik tertidur,” tegas Asmuni pada wartawan, Sabtu (3/4/2021).

Asmuni yang juga Ketua Kelompok Nelayan Jala Buang tersebut juga mengatakan, beberapa pabrik di Muncar ini melakukan aktivitas produksi hampir setiap hari. 

” Pembuangan limbahnya ada yang langsung kelaut melalui gorong – gorong ada juga yang di transitkan melalui sungai dulu kemudian ke laut. Namun yang jelas dilakukan pada malam hari,” paparnya.

Kemudian, masih Asmuni, pihaknya juga membeberkan pabrik-pabrik yang diduga membuang limbah melalui saluran menuju ke laut maupun ke sungai. Diantaranya, PT. Kama Pris, Sumber Asia, Pasifik Harvest, Hongkong, Blambangan Raya.

Selanjutnya, PT Sari Laut, Sumberyala, Sareefid, Maya Muncar, PT. NP 1, Fising, dan PT. NP 2. Semuanya berada di wilayah Kecamatan Muncar.

Bahkan, Asmuni pun menjelaskan bahwa dirinya  pernah melihat langsung kinerja limbah yang ada di salah satu pabrik pengalengan dan penepungan ikan di wilayah Muncar. Ternyata prakteknya didalam pabrik ada penampungan seperti kolam lele untuk menimbun limbah, dan pada malam hari limbah tersebut dibuang.

“Saya melihat sendiri model-modelnya bak bak penampungan seperti kolam lele. Jadi limbah itu dimasukan dalam tandon. Tetapi sistem kerja Instalasi Pembuangab Air Limbah (IPAL) bukan seperti itu, melainkan harus ada mesin, blower, dan lain-lain,” ucap Asmuni.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dinas Lingkungan (DLH) Banyuwangi, Khusnul Khotimah menjelaskan, jika pihaknya sudah turun ke lapangan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

“Kemarin staf bidang pengawasan sudah tinjau lapang dan ketemu warga serta Kades Kedungrejo. Melihat limbah yang ke pantai. Perlu telusuri sumbernya. Maka tim minta ke warga untuk membantu lakukan itu. Karena kasusnya di lakukan malam hari,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait apakah ada pabrik di wilayah Muncar yang memiliki ijin membuang limbah atau dumping ke lingkungan laut dengan syarat memenuhi baku mutu lingkungan hidup?, Khusnul dengan tegas menjawab belum ada.

“Untuk perusahaan yang outlet IPAL nya langsung laut, harus buat kajian untuk syarat IPLC (Ijin Pembuangan Air Limbah Cair) KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Di Muncar belum ada yang punya itu walaupun sudah ada IPAL,” pungkasnya. 

Namun sayang hingga berita ini ditulis, wartawan belum bisa mengkonfirmasi pemilik pabrik diwilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. (*)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed