Warga Desa Tampo Banyuwangi Sayangkan Pemasangan Kabel Wifi Yang Semrawut

  • Bagikan
Kabel wifi yang dipasang pada tiang listrik di Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (Foto: Indra/Berita9).

BERITA9, BANYUWANGI – Warga Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi sayangkan pemasangan kabel wifi yang semrawut dan amburadul.

Di Desa Tampo, pemasangan kabel wifi semrawut dan nampak terpasang di tiang listrik milik PLN dan terlihat hingga seperti sarang burung.

Hal tersebut disampaikan oleh Abi, salah satu warga Desa Tampo. Menurutnya pemasangan kabel wifi diwilayahnya amburadul dan tidak rapi sama sekali.

“Pemasangan kabel wifi seharusnya diimbangi dengan fasilitas yang memadai dan harus punya standart penasangan yang benar,” ucapnya.

Abi menuturkan, jika pemasangan kabel wifi di desanya masih menggunakan fasilitas Negara.

“Pengusaha wifi kok menggunakan fasilitas negara, contohnya tiang lampu penerangan jalan. Hampir di setiap tiang ada kabel wifi yang berserakan. Hal ini menjadi keprihatinan kita, selain sangat tidak rapi dilihat, hal ini juga kami anggap merugikan masyarakat, jika terjadi konsleting listrik arus pendek dengan padatnya rumah penduduk, maka siapa yang akan dirugikan  bukan hanya pengusaha wifi tapi juga masyarakat.” imbuhnya.

Abi berharap agar ada tindakan dari intansi terkait soal pemasangan kabel wifi yang menggunakan fasilitas negara tersebut.

“Kami berharap ada tindakan tegas lah dari pihak pihak terkait, selain membuat aturan tersendiri  kami juga berharap para pengusaha wifi juga membuat tiang sendiri agar tidak menggunakan fasilitas negara yang regulasinya pun menurut saya kurang jelas dalam penggunaannya.” tegasnya.

Disinggung terkait pengusaha wifi, abi mengatakan ada beberapa pengusaha yang masuk di desanya.

Kalau pengusahanya siapa saja saya tidak tahu, tapi menurut penuturan ketua Bumdes Desa Tampo, pada saat saya klarifikasi di Desa Tampo ini ada 6 pengusaha wifi termasuk Bumdes itu sendiri. Karena menurut penuturan Ketua Bumdes, disana Bumdes punya server sendiri.

Disini peran serta pemerintah desa juga harus aktif untuk pendataan dan penataan bagi para pengusaha wifi yang masuk di Desa Tampo.” pungkasnya. (*)

Penulis: Indra Guna PEditor: Joko P
  • Bagikan