Warga Banyuwangi Minta Konsultan PT Merdeka Cooper Gold Diusir

  • Bagikan
Warga Desa Sumberagung, Pesanggaran, Banyuwangi saat mendatangi kantor desa. (Foto; Istimewa).

BERITA9, BANYUWANGI – Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, minta agar Eca alias Caesar Muhni Rizal, konsultan PT Merdeka Cooper Gold Tbk, diusir dari Bumi Blambangan.

Penyebabnya, keberadaan Eca dilingkungan ring satu perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo, dinilai hanya bikin resah serta berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Permintaan pengusiran tersebut disampaikan warga kepada Kades Sumberagung, Vivin Agustin, Rabu (11/5/2022).

“Kami minta Eca pergi dari sini,” teriak warga saat mendatangi Kantor Desa Sumberagung.

Kedatangan puluhan massa tersebut merupakan klimaks kekecewaan masyarakat terhadap keberadaan Eca, si konsultan PT Merdeka Cooper Gold Tbk, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Meskipun kehadiranya sebagai perwakilan PT Merdeka Cooper God Tbk, selaku induk perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo.

Keterangan masyarakat, selama berada di ring satu tambang emas gunung tumpang pitu, Eca menjadi pelaksana sejumlah program CSR. Namun program-program yang ditelurkan kerap kali menyinggung, mengecewakan hingga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Sebut saja program parsel lebaran yang disalurkan pada hari Jumat, 29 April 2022 lalu. Item kue isi parsel berukuran mini alias ukuran Unyil. Hanya segenggaman tangan. Sungguh sangat tidak manusiawi dan cukup menyinggung rasa keadilan masyarakat sekitar perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo.

Tak berhenti disitu, sebagian kue isi parsel juga berbau tengik dan tidak layak konsumsi. Bahkan, khusus kue jenis jenang madumongso, diduga mengakibatkan beberapa warga keracunan. Mengalami pusing, meriang, dan lainnya.

Dan yang terbaru, Eca si konsultan PT Merdeka Cooper Gold Tbk, meminjam ruangan Babinsa dan Bhabin Kamtibmas di Kantor Desa Sumberagung. Anehnya, bagai kantor milik pribadi, permohonan tersebut langsung diamini oleh Kades Sumberagung, Vivin Agustin.

“Ruangan bukan disewakan, tapi hanya dipinjam (Oleh Caesar Muhni Rizal, konsultan PT Merdeka Cooper Gold Tbk), dan sifatnya hanya sementara. Untuk memudahkan pengurusan proposal masyarakat,” kata Vivin Agustin, dihadapan warga.

Terkait penggunaan ruangan Babinsa dan Bhabin Kamtibmas di Kantor Desa Sumberagung, disinyalir terdapat aksi main mata. Yakni antara Kades Vivin dan Eca. Tidak menutup kemungkinan, disitu terdapat indikasi adanya suap atau gratifikasi.

Terlebih dalam berkas permohonan Hearing parsel lebaran PT Merdeka Cooper Gold Tbk yang dikirim oleh Koordinator Aliansi Masyarakat Banyuwangi Peduli Investasi Berkeadilan, Irwanto, ke DPRD Banyuwangi, mengungkap fakta mencengangkan terkait sosok Eca.

Dalam sejumlah pemberitaan nasional, nama Caesar Muhni Rizal sempat muncul sebagai oknum yang disinyalir merupakan otak penyelundupan ribuan iPhone dan Blacberry via Bandara Lombok dan Bandara Palembang, Sumatera Selatan. 
Dengan kata lain, Eca diduga merupakan ahli suap, yang mampu mengkondisikan oknum aparat petugas Bea Cukai dikedua bandara tersebut.

Sementara itu, Sundari, salah satu warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, membenarkan bahwa mayoritas masyarakat menginginkan agar Eca alias Caesar Muhni Rizal, segera hengkang dari kampung halaman mereka.

“Iya, benar begitu,” kata Sundari. (*)

Penulis: Joko PrasetyoEditor: HWI
  • Bagikan