Wah Ngerii ! Surat Undangan Pemdes Kemiri Banyuwangi Diduga Berbau Intimidasi

  • Bagikan
Kutipan surat undangan Pemdes Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

BERITA9, BANYUWANGI – Pemerintah Desa (Pemdes) Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur diduga melayangkan surat undangan berbau intimidasi.

Surat undangan tersebut dikirim pada 1 September 2022 kepada Teguh, pemilik lahan pembuangan sampah di Desa Kemiri.

Dalam undangan tersebut tertulis ‘Wajib hadir, apabila tidak hadir maka permasalahan tempat pembuangan sampah dianggap selesai dan di ambil alih oleh Pemerintah Desa sesuai dengan perundang undangan yang berlaku‘.

Kepada wartawan Teguh, mengaku heran dengan isi undangan tersebut. Pasalnya undangan tersebut diduga berbau ancaman.

“Aneh, undangan dari Pemdes Kemiri, Kecamatan Singojuruh ini menurut saya berbau ancaman mas,” katanya.

Teguh bilang, undang undang yang mana jika tidak datang permasalahan tempat pembuangan sampah dianggap selesai dan di ambil alih oleh Pemdes. Ini kan sangat aneh.

“Perlu diketahui lokasi pembuangan sampah tersebut benar – benar tanah milik saya lengkap dengan sertifikat. Kok ujug ujug mau diambil alih,” ungkap Teguh kepada awak media.

Namun sayang, hingga berita ini ditulis, Panti Utomo, Kepala Desa (Kades) Kemiri, Kabupaten Banyuwangi, belum bisa dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membenarkan ada warga komplin soal pembuangan sampah oleh Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Adi Cahyono, SH, S.sos, Ketua BPD Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi kepada awak media pada Selasa, (27/9/2022) dikediamanya.

“Iya benar, ada warga yang mengaku pemilik tanah mengadu pada kami selaku BPD soal sampah,” kata Adi Cahyono.

Adi Cahyono, juga membenarkan jika lahan atau tanah sawah tersebut milik Teguh warga Kemiri.

“Benar, tanah itu milik Teguh lengkap dengan sertifikatnya,” ujarnya.

Menurut Ketua BPD Kemiri tersebut, awalnya Pemdes tidak mempunya TPA sehingga warga kesulitan membuang sampah.

Karena kesulitan membuang sampah, maka langkah kami pada saat itu kita kordinasi dengan saudara Teguh pemilik tanah. Dan hasilnya sampah sementara bisa dibuang di tanah milik Teguh. Dan atas lobi dari BPD ahirnya jalan menuju pembuangan sampah itu juga di beri jalan oleh Teguh.

“Sampah bisa dibuang ke tanah milik Teguh itu berkat kordinasi Ketua BPD bukan Pemdes Kemiri,” ungkapnya.

Kata Adi Cahyono, kira -kira tiga bulan yg lalu terjadi konflik, karena sampah di buang di depan, karena pemilik lahan keberatan ahirnya jalan menuju pembuangan sampah ditutup.

Atas kejadian itu, pernah dilakukan mediasi. Adapun hasil mediasi pemilik lahan mau membuka jalan dengan sarat sampah dibuang di belakang.

Awalnya kata Adi Cahyono, dilahan tersebut ada tanaman padi lalu oleh Pemdes tanpa permisi diurug dengan menggunakan koral dengan alasan untuk jalan kendaraan sampah.

Nah, atas kejadian itu, pemilik lahan komplin karena padinya rusak. Pada saat pengurukan Pemdes mengerahkan RT dan RW. Kabarnya yang memerintahkan Sekretaris Desa (Sekdes).

Setelah kejadian tersebut BPD sudah berusaha untuk mediasi, namun karena tidak ada respon dari Pemdes Kemiri, maka pemilik lahan menutup jalan tersebut,” paparnya.

Saat disinggung soal kabar anggaran Dana Desa (DD) yang dialokasikan ke tempat pembuangan sampah tersebut, dirinya membenarkan.

“Iya, BPD ikut menyetujui anggaran dari DD tahun 2021. Namun jumlahnya kamu tidak tahu,” jelentrehnya.

“Langkah BPD saat ini menunggu Pemdes Kemiri berkomunikasi dengan BPD untuk mencari solusi persoalan sampah tersebut,”imbuhnya. (*)

Penulis: Joko Prasetyo.Editor: HWI.
  • Bagikan