Usai Dikonfirmasi Soal Dugaan Kerjasama Dengan Pelaku Pencurian Kayu Jati, KRPH Grajagan Blokir Nomer Wartawan

  • Bagikan
Keterangan foto: Ilustrasi.

BERITA9, BANYUWANGI – Diduga alergi dengan awak media, Sutarjo, KRPH Grajagan, BKPH Curahjati, KPH Banyuwangi Selatan memblokir beberapa nomor Whatsap wartawan yang mencoba mengkonfirmasi soal penangkapan pencurian kayu jati seminggu yang lalu diwilayah wisata Grajagan.

Peristiwa pemblokiran nomor WA, yang dilakukan oleh KRPH Grajagan tersebut menyusul adanya kabar soal lolosnya truk pengangkut kayu jati yang diduga  hasil curian.

Seperti dikabarkan, satu truk kayu jati bisa keluar dengan aman soleman dari wilayah perhutani meski ada petugas KRPH dan Polter ditempat kejadian.

Kejadian tersebut sontak menjadi buah bibir masyarakat Curahjati, Desa Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka menduga ada kong kalikong antara pelaku pembalakan liar dan pihak KRPH Grajagan.

Diberitakan sebelumnya, Perhutani KRPH Grajagan, BKPH Curahjati, KPH Banyuwangi Selatan. Dikabarkan bekerjasama dengan pelaku pencurian kayu diwilayah setempat. 

Kabar tersebut mencuat setelah KRPH dan petugas Polter setempat memergoki beberapa orang yang telah melakukan pencurian kayu jati dikawasan wisata Grajagan seminggu yang lalu.

Dalam kegiatan tersebut pelaku diduga berhasil keluar membawa satu truk kayu jati hasil curian dengan lancar meski ada petugas KRPH Grajagan dan petugas polter.

Hal tersebut disampaikan oleh KB, warga Dusun Curahjati, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi kepada wartawan. Selasa, (19/4/2022).

“Kabarnya KRPH Grajagan dan Polter menangkap pencuri kayu jati didekat wisata Grajagan seminggu yang lalu,”ucap KB, warga Curahjati yang enggan disebutkan namanya.

KB, berkisah dalam penangkapan kayu tersebut KRPH dan Polter memergoki pelaku dan truk yang sudah bermuatan kayu jati. Namun truk tersebut tetap dibiarkan lolos dengan membawa kayu jati tersebut. 

“Aneh mas, truk bermuatan kayu jati tersebut tetap bisa keluar walaupun ada Pak Mantri dan Polter,” ujar KB.

KB, menyebutkan dalam penangkapan pencurian kayu jati tersebut ada yang janggal. Pasalnya pihak perhutani diduga tidak berdaya dengan pelaku. Lha ini ada apa ?. Jujur masyarakat Curahjati sangat resah dengan kejadian ini. Mereka menduga ada kong kalikong antara pelaku pencurian kayu dan Pihak Perhutani.

“Kami menduga ada kong kalikong antara pelaku dan pihak Perhutani. Buktinya truk bermuatan kayu jati curian bisa aman soleman lolos meski ada petugas perhutani,”ungkap KB.

Kepada wartawan KB mengaku siap menghadirkan pelaku pemotongan kayu jati didekat wisata Grajagan yang ditangkap oleh KRPH dan Polter seminggu yang lalu.

“Jika dibutuhkan menjadi narasumber kami siap datangkan salah satu pelaku pembalakan kayu jati yang diloloskan oleh pihak Perhutani mas,” pungkasnya. 

Namun sayang hingga berita ini ditulis Sutarjo KRPH Grajagan dan Asper Curahjati, KPH Banyuwangi Selatan enggan berkomentar. Pertanyaan wartawan melalui sambungan Whatsapnya hanya dibuka namun tidak ia balas. (*)

Penulis: Joko PrasetyoEditor: HWI
  • Bagikan