Terseret Arus, Pemancing di Situbondo Meninggal Dunia

  • Bagikan

BERITA9, SITUBONDO – Eko Yuliyanton, warga asal Dusun Kampung Tengah RT 01/04 Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Situbondo tenggelam di laut dan dikabarkan meninggal dunia saat memancing pada Jum,at, 1 April 2022.

Diduga korban tidak bisa berenang.
Peristiwa meninggalnya pria asal Kecamatan Asembagus itu terjadi pada pukul 10.30 Wib, di pantai Sidodadi, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Situbondo.

Pantauan awak media Korban diketahui berangkat seorang diri dari rumahnya di Kampung Tengah  RT 001 RW 004, Desa Asembagus, dengan membawa alat pancing. Ia menuju bibir pantai Ketapang Indah, Dusun Cotek Desa Sumberwaru.

Dilokasi, diketahui Eko ( korban) berjalan dari bibir pantai kearah tengah laut, hingga kedalaman sedada orang dewasa. Kira – kira berjarak 25 meter dari Pantai, korban diketahui oleh dua warga yang kebetulan duduk dipinggir pantai, seperti minta tolong.

Keduanya yang melihat korban masing – masing bernama Yudi (33) dan Tirto (32) asal Dusun Lesong, Desa Sumberejo, langsung beranjak dari tempat duduknya mengejar korban. Upaya penyelamatan keduanya tidak berhasil lantaran arus pantai cukup deras. Naas Eko tidak terselamatkan dan ditemukan mengambang, dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Kanit Binmas Polsek Banyuputih Iptu Wietce Widodo. Bersama SPKT B Polsek Banyuputih Aipda Yoyok Ariyanto. Banit Intelkam Briptu Zainul Insan Kamil, serta Koramil 0823/08 Banyuputih Serma Rudiyantono. Mendatangi lokasi kejadian dan langsung mengevakuasi korban  dengan membawa ke RSUD Asembagus. Selain mendata korban, anggota Polsek Banyuputih juga meminta keterangan para saksi.

Kapolsek Banyuputih AKP. Heru Purwanto. SH, menjelaskan korban diketahui mancing cumi cumi dipinggir pantai tidak menggunakan perahu.

“Diduga korban tidak dapat berenang saat terbawa arus, dan meninggal dunia, korban sudah dibawa kerumah duka, setelah sebelumnya sempat dibawah ke Rumah Sakit. Keluarga menolak dilakukan otopsi, dengan surat pernyataan,” Ucap Kapolsek Banyuputih (*)

Penulis: SutiknoEditor: Joko P
  • Bagikan