Soal Sumur Bor, Begini Tanggapan Kades dan BPD Banyuputih Situbondo

  • Bagikan

BERITA9, SITUBONDO – Kepala Desa (Kades) Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo menduga proyek Sumur Bor di Dusun Enoman, gagal. Pasalnya proyek yang menelan anggaran Rp 668 juta lebih tersebut tidak bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami menganggap proyek sumur bor yang dikerjakan oleh PT Alam Guna Prima Indonesia ini gagal karena tidak bermanfaat bagi masyarakat,”kata Juharto, Kades Banyuputih, Situbondo kepada wartawan. Jum,at, (16/9/2022).

Juharto, membanding jika pihaknya juga pernah mengerjakan proyek sumur bor di Dusun Randuagung dengan nilai anggaran sebesar 200 juta, namun bisa selesai dan bisa dinikmati dengan sempurna oleh masyarakat. Lha ini anggaran sebesar 668 juta lebih tapi pengerjaanya tidak selesai.

“Dulu kami melaksanakan proyek sumur bor di Dusun Randuagung, biaya 200 juta bisa selesai, dan lengkap dengan tandon airnya,” ujarnya.

Harapan kami, kata Kades Banyuputih, pihak kontraktor segera melakukan perbaikan sumur bor tersebut. Tujuanya agar proyek yang menggunakan anggaran negara itu bisa dinikmati oleh masyarakat.

“Mewakili Pemerintah Desa (Pemdes) kami sangat berharap agar pihak kontraktor segera perbaiki sumur bor tersebut,”pungkas Juharto, Kades Banyuputih.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Supriyadi, Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyuputih. Dirinya juga berharap ada tindak lanjut dari pihak kontraktor.

“Intinya kami berharap ada perbaikan. Jika begini kan sia sia pemerintah menurunkan anggaran mas,”paparnya.

Menurut Supriyadi, sumur bor tersebut tidak bisa normal dan tidak beroperasi lantaran diduga menggunakan pipa bekas.

“Kami menduga pipa yang digunakan pipa bekas sehingga tidak bisa normal,”tutupnya.

Namun sayang hingga berita ini ditayangkan pihak PT/Kontraktor yang mengerjakan sumur bor tersebut belum bisa dikonfirmasi. (*)

Penulis: SutiknoEditor: Joko Prasetyi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.