oleh

Selain Nelayan Sampangan, Nelayan Kedungringin Muncar Juga Keluhkan Limbah Pabrik Yang Dibuang Ke laut

BERITA9, BANYUWANGI – Selain nelayan lingkungan Sampangan, Desa Kedungrejo, keluhan limbah pabrik pengalengan dan penepungan ikan, yang dibuang ke laut juga dirasakan oleh masyarakat nelayan kecil asal Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

“Dampak pembuangan limbah pabrik ke laut juga kita rasakan mas,” kata MS, nelayan asal Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Muncar kepada wartawan. Jum,at, (2/4/2021).

Setiap hari tepatnya di pagi hari, perahu kita pasti penuh dengan blandet limbah yang dibuang ke laut oleh pabrik pabrik pengalengan dan penepungan ikan. Parahnya airnya bau dan gatal.

“Kejadian ini sudah lama mas, parahnya lagi airnya kotor dan bau serta menyebabkan gatal – gatal pada tubuh kita,” ujarnya.

Atas kejadian ini, MS mengaku bersama nelayan yang lain sudah sering mengadu atau lapor ke desa namun juga tidak pernah ada respon sama sekali. Pembuangan limbahnya  melalui sungai dan dilakukan pada malam hari.


“Pembuangannya melalui aliran sungai dan dilakukan malam hari mas,” imbuhnya.

Menurut MS, kotoran limbah pabrik yang menempel di perahu kurang lebih 1 cm. Dan cara untuk membersihkanya sangat sulit sekali. Harus menggunakan solar, baru bisa dibersihkan. 

Pembuangan limbah ke laut yang dilakukan oleh perusahaan pengalengan dan penepungan ikan ini sangat berdampak bagi nelayan kecil mas. 

“Sangat berdampak pada nelayan,” keluhnya.
MS menambahkan, dirinya sangat berharap agar limbah – limbah pabrik tersebut jangan dibuang ke laut. Agar laut ini bersih, aman dan tidak bau. Selain itu agar masyarakat nelayan Kecamatan Muncar bisa dengan mudah mencari ikan seperti dahulu dan tidak merasakan gatal gatal pada tubuhnya.

Semenjak limbah ini dibuang ke laut sangat berdampak pada nelayan kecil, pasalnya hasil tangkapan ikan mereka turun draktris. Selain berdampak pada penghasilan limbah ini juga mengakibatkan gatal gatal.

” Dulu cari ikan dan kerang dipinggir laut sangat mudah, namun saat limbah – limbah ini masuk ke laut, para nelayan sangat kesulitan mencari ikan,” keluh MS.

MS, bersama nelayan sangat berharap perhatian dari pemerintah, baik Pemerintah Desa (Pemdes), Pemkab, dan pusat agar memperhatikan nasib nelayan di Muncar.

” Kami mohon pada pemerintah, tindak tegas pabrik atau perusahaan yang buang limbahnya ke laut,” tegasnya.

Selain ditindak tegas, lanjut MS, kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar benar – benar memberikan solusi kepada kami para nelayan, yang terdampak limbah pabrik – pabrik dikawasan Muncar.

” Yang harus diingat oleh pemerintah, keluhan masyarakat ini sudah bertahun – tahun,” imbuh MS, yang diamini oleh para nelayan yang lainya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Dinas Lingkungan (DLH) Banyuwangi, Khusnul Khotimah menjelaskan, jika pihaknya sudah turun ke lapangan guna menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut.

“Kemarin staf bidang pengawasan sudah tinjau lapang dan ketemu warga serta Kades Kedungrejo. Melihat limbah yang ke pantai. Perlu telusuri sumbernya. Maka tim minta ke warga untuk membantu lakukan itu. Karena kasusnya di lakukan malam hari,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait apakah ada pabrik di wilayah Muncar yang memiliki ijin membuang limbah atau dumping ke lingkungan laut dengan syarat memenuhi baku mutu lingkungan hidup?, Khusnul dengan tegas menjawab belum ada.

“Untuk perusahaan yang outlet IPAL nya langsung laut, harus buat kajian untuk syarat IPLC (Ijin Pembuangan Air Limbah Cair) KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Di Muncar belum ada yang punya itu walaupun sudah ada IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah),” pungkasnya. (*)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed