oleh

Polresta Banyuwangi Berhasil Bongkar Sindikat Senpi Ilegal

BERITA9, BANYUWANGI – Empat orang pelaku sindikat peredaran senjata api ilegal berhasil diamankan Kepolisian Polresta  Bayuwangi. Dari keempat pelaku yang di duga sebagai pembuat, penjual, dan pembeli ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata api laras panjang, pistol jenis FN, ratusan amunisi, bubuk mesiu, dan peralatan pembuat senpi.

Keempat orang tersangka sindikat peredaran senpi ilegal tersebut adalah NM (52) warga Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Kabupaten Banyuwangi, IPW (48) warga Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng Bali, AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, dan CS (66) warga Kecamatan Beji Kota Depok Jawa Barat.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Sarifuddin menjelaskan, pengungkapan peredaran senpi ilegal tersebut berawal dari penggerebekan di rumah salah satu tersangka yang berada di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, pada hari Jumat 2 April 2021.

Menurut Arman, rumah tersebut terindikasi sebagai tempat produksi dan modifikasi senjata api ilegal. Bahkan dari pengakuan tersangka NM, dirinya berperan sebagai pembuat senjata api modifikasi. Dia belajar membuat senpi secara otodidak yang ia pelajari melalui internet. Selain berperan sebagai pembuat senpi, ia juga sebagai perantara penjualan.

Kata Arman, sedangkan tersangka IPW merupakan pembeli senpi dari tersangka NM. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan, satu pucuk senpi jenis M-16 modifikasi, satu pucuk senjata Rev modif cis kaliber 22 MM, satu senpi jenis FN-Broning, satu senpi laras panjang cis kaliber 22 MM, serta 111 amunisi kaliber 5,55 MM, kaliber 9 MM, cis kaliber 22 MM, dua magazine M-16, dan magazine FN-Broning.

“Tersangka AW, berperan sebagai pemasok atau penjual 50 amunisi kaliber 9 MM dan tersangka CS berperan sebagai penjual satu pucuk senpi laras panjang cis kaliber 22 MM yang disita dari tersangka IPW,” jelas Arman.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko yang datang saat press rillis kasus tersebut mengatakan, pihaknya akan memback up sepenuhnya pengungkapan sindikat peredaran senpi ilegal yang dilakukan Polresta Banyuwangi. 

“Detektor Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim akan memback up penuh pengungkapan sindikat pembuatan, penjualan, dan pembeli senjata api ilegal yang saat ini ditangani oleh Polresta Banyuwangi. Kami akan melakukan pendalaman dan pengembangan kasus ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun. (*).

loading...

News Feed