Polemik Pembuangan Sampah Oleh Pemdes Kemiri Banyuwangi Dilahan Milik Warga

  • Bagikan
Sampah berserakan di pinggir jembatan Pancasila Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. (Foto: Joko/Berita9).

BERITA9, BANYUWANGI – Warga Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, diresahkan dengan pembuangan sampah dipinggir jalan. 

Pantauan awak media, sampah -sampah tersebut berserakan di pinggir jalan yang berada ditepi jembatan Pancasila.

“Sampah ini meresahkan warga, karena baunya menyengat,” kata Teguh, kepada awak media. Selasa, (27/9/2022).

Teguh bilang, awalnya sampah – sampah tersebut dibuang dipekarangan sawah miliknya di bagian belakang yang sudah menjadi kesepakatan antara pihak desa dan dirinya selaku pemilik lahan. Namun lama kelamaan sampah – sampah itu dibuang di bagian depan tanpa ada kordinasi terlebih dahulu.

Parahnya lagi, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kemiri, juga telah merusak tanaman padi miliknya tanpa sepengetahuan dirinya 

“Sekitaran bulan Juli 2022, tanaman padi saya dirusak oleh Pemdes yang dipimpin Sekretaris Desa (Sekdes),” ujar Teguh.

Lebih lanjut teguh menceritakan, karena telah merusak tanaman padi dengan cara diurug, maka langkah kami jalan menuju pembuangan sampah tersebut kami tutup, sehingga pihak Pemdes tidak bisa lagi membuang sampah ditempat yang sudah disepakati waktu itu.

Karena tidak ada lagi jalan, maka sampah – sampah tersebut saat ini dibuang oleh petugas kebersihan desa di pinggir jalan. Akibatnya pengguna jalan terganggu karena sampah berserakan. Selain terganggu, bau sampah itupun menganggu warga sekitar.

“Anehnya walau sampah ini jadi perbincangan dikalangan masyarakat, namun pihak Pemdes tidak segera mengambil tindakan,” ungkapnya.

Teguh juga mengungkapkan, terus terang konflik sampah ini sudah lama sekali terjadi. Namun hingga hari ini belum ada titik temu meski beberapa jalan penyelesaian sudah berusaha ditempuh.

“Selaku pemilik lahan yang lengkap dengan Surat Hak Milik (SHM) terus terang kami sangat dirugikan dengan aktivitas pembuangan sampah tersebut,” paparnya.

Terlebih kata Teguh, sebelumnya tanaman padi miliknya dirusak oleh pihak Pemdes. Lha ini sangat merugikan kami.

“Terus terang kejadian itu saat itu ingin kita laporkan kepada penegak hukum namun dicegah oleh Ketua BPD dengan alasan kondusifitas wilayah,” ungkap Teguh.

“Kami pastikan sampah – sampah itu yang membuang pihak desa Kemiri. Soalnya saya ada video pembuangan memakai Motor Viar milik Pemerintah Desa Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi.

Teguh juga menambahkan, ada kejanggalan dalam persoalan pembuangan sampah. Kabarnya dalam pengurukan tanaman padi tersebut menggunakan anggaran pemerintah, namun bersumber dari anggaran apa kami tidak tahu.

“Ini kan lucu, masak merusak lahan milik orang lain pakai anggaran Pemdes mas,”pungkasnya.

Namun sayang hingga berita ini ditulis, Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kepala Desa (Kades) Kemiri, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi belum bisa dikonfirmasi. (*).

Penulis: Joko Prasetyo.Editor: HWI.
  • Bagikan