oleh

PKPI Banyuwangi Siap Kawal Keluhan Warga Muncar Soal Limbah Pabrik Yang Dibuang Ke laut

BERITA9, BANYUWANGI – Tentang dugaan pembuangan limbah pabrik ke laut yang di lakukan pabrik pabrik pengalengan dan penepungan ikan diwilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi kini mulai mendapat perhatian publik.

Setelah beberapa warga nelayan dan aktivis lingkungan Kecamatan Muncar, kini pembuangan limbah ke laut tersebut mendapat tanggapan dari Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) Banyuwangi.

Kepada wartawan Ketua DPK PKPI Kabupaten Banyuwangi Alex Budi Setiyawan S.H,M.H mengatakan, dirinya akan mengawal keluhan warga nelayan Muncar soal dugaan pembuangan limbah yang dilakukan oleh pabrik pengalengan dan penepungan ikan.

Diceritakan, awalnya Ketua Partai PKPI Bumi Blambangan tersebut mendapat laporan dari Ketua PKPI DPC Kecamatan Muncar tentang keluhan para nelayan atas dugaan pembuangan limbah produksi ke laut yang menyebabkan kulit para nelayan merasa gatal, bahkan membuat perahu mereka menjadi kotor.

“Keluhan warga Muncar itu disampaikan oleh Ketua DPC PKPI Kecamatan Muncar, mereka mengeluh soal pabrik nakal, yang membuang limbahnya ke laut. Akibat pembuangan limbah itu, membuat perahu nelayan kecil kotor penuh blandet. Bahkan limbah tersebut juga menyebabkan tubuh para nelayan gatal – gatal,” terangnya.

Dengan kejadian ini, lanjut Alex, dirinya berharap agar wilayah pesisir Muncar bisa berangsur kembali seperti semula yaitu, laut tanpa ada pencemaran.

“Semua masyarakat pasti berharap agar laut di Muncar, khususnya tidak ada lagi pencemaran laut, meskipun itu butuh proses waktu.” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa nelayan kecil pantai Muncar, Kabupaten Banyuwangi mengaku kulitnya gatal gatal akibat limbah yang diduga di buang oleh pabrik pengalengan dan penepungan ikan ke laut.

Namun sayang hingga berita ini ditulis, pihak pemilik pabrik dikawasan Muncar belum bisa dikonfirmasi. (*).

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed