Perusakan Ratusan Pohon Kayu Jati, Begini Kata LMDH Jati Mulyo Lestari

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Mulyo Lestari, menyebut jika penebangan ratusan pohon Jati milik perhutani Banyuwangi Selatan, yang berada di petak 63g KRPH Senepo Selatan BKPH Pesanggaran tidak ada sangkut pautnya dengan dana sharing antar perhutani dan LMDH.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Joko Paryanto, Ketua LMDH Jati Mulyo Lestari, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan Whatsapnya. 

Kepada wartawan Joko membantah jika pengrusakan ratusan pohon kayu Jati tersebut dipicu karena pembagian hasil sharing antara perhutani dan LMDH.

“Itu tidak benar mas. Kalau masalah pengrusakanya, itu terjadi di petak 63g.  Dapat info dari mana shering di kaitkan dengan pengrusakan,” ujarnya. Kamis, (23/9/2021).

Saat disinggung siap dan apa motif dari penebangan ratusan kayu Jati tersebut dirinya berkata, nah ini yang harus kita pecahkan karena KRPH habis ngerampas graji graji dan operasi kayu. Ini yang harus di kembangkan.

Menurutnya graji graji itu dirampas sebelum ada kejadian penebangan ratusan kayu Jati tersebut. Saat pihak Perhutani melakukan operasi kayu dilingkungan warga.

“Sebelum kejadian pihak perhutani melakukan opersi kayu dilingkungan warga mas,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Joko, kejadian ini harus diluruskan biar tidak salah paham, jangan sampai ada kabar suka dan tidak suka terhadap LMDH.

“Intinya jangan sampai ada unsur suka tidak suka terhadap LMDH terus memojokkan,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Ratusan pohon kayu Jati milik Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dirusak orang tak dikenal. Ratusan pohon Jati yang berada diwilayah Petak 63g Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran KRPH Senepo Selatan tersebut diduga dirusak menggunakan alat gergaji manual.

Pengrusakan ratusan pohon Jati tersebut hingga kini belum tahu siapa pelaku dan apa motifnya.

Pantauan media dilapangan, ratusan pohon kayu Jati tersebut sengaja dirusak oleh orang tidak dikenal. Ironisnya, beredar kabar jika pengrusakan ratusan pohon tersebut dipicu karena pembagian dana sharing antara Perhutani dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan).

Saat dikonfirmasi awak media, Taman Kepala Resort Polisi Hutan (KRPH) Senepo Selatan, membenarkan adanya pengrusakan dan penebangan ratusan pohon kayu Jati tersebut.

“Injih benar,” katanya Rabu, (22/9/2021) melalui sambungan whatsapnya.

Namun demikian Taman, selaku KRPH wilayah tersebut enggan berkomentar banyak, dirinya menyebut jika persoalan tersebut sudah ditekel oleh Waka.

“Maaf sudah ditekel Pak Waka,” ujarnya.

Hal yang sama diucapkan oleh Mahfud, Asper BKPH Pesanggaran saat dikonfirmasi wartawan. Ia juga menyebut jika persoalan tersebut sudah diambil alih oleh Waka.

“Silahkan konfirmasi kepada Pak Waka, karena persoalanya sudah diambil alih oleh Pak Waka,” ungkapnya, melalui sambungan Whatsapnya. Rabu, (22/9/2021).

Seperti diketahui penebangan ratusan pohon jati tersebut terjadi pada hari selasa, (21/9/2021). Lokasi penebangan kayu tersebut terjadi di petak 63g Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

Data yang berhasil dihimpun oleh awak media. Jumlah kayu yang ditebang  sebanyak 178 pohon. Dan pohon jati tersebut masuk tanaman tahun 2005. 

Namun sayang hingga berita ini ditulis, Waka KPH Banyuwangi Selatan belum bisa dikonfirmasi. (*)

loading...
  • Bagikan