MUI Pusat Desak Pemkab Banyuwangi Cabut Aturan ini….

  • Bagikan
Keterangan foto: Kutipan surat edaran bersama sekretaris daerah Kabupaten Banyuwangi. (Istimewa).

BERITA9, JAKARTA – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Dr. KH. Sodikun, M.Si,. M.Esy mendesak Pemkab Banyuwangi untuk mencabut aturan pembolehan buka klub malam selama bulan Ramadhan 2022.

Aturan tersebut sejatinya telah melukai perasaan ummat Islam yang sedang khusyuk menjalankan ibadah wajib bulan Ramadhan.

“Aturan konyol dan melanggar etika dan norma beragama. Harusnya ditutup total, tidak boleh ada dispensasi,” uangkap Kyai Sodikun dalam keterangan persnya, Senin (18/4)2022).

Ketua Majelis Syar’i Syarikat Islam itu juga meminta agar Pemkab Banyuwangi mengeluarkan peraturan yang lebih tegas, yaitu menutup semua tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan ini.

“Untuk pengusaha kuliner, silakan buka, tapi menjelang berbuka puasa, misalnya jam 4 sore sampai menjelang waktu imsak. Diluar jam itu tidak boleh,” ujarnya.

Hal itu perlu dilakukan sebagai wujud kebersamaan saling menghargai bagi ummat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sementara para pengusaha kuliner masih bisa berjualan.

“Kan dua-duanya dapat, pengusaha kuliner masih bisa berjualan, yang berpuasa tidak terganggu dengan aktifitas rumah makan,” ucap mantan Ketua MUI Provinsi Sumatera Selatan itu.

Sebelumnya diketahui, Pemkab Banyuwangi bersama Ketua MUI setempat menandatangani sebuah surat edaran yang isinya membolehkan pengusaha hiburan malam seperti, bar, pub, karaoke, panti pijat, membuka usahanya selama bulan Ramadhan ini. (*)

Penulis: TimEditor: HWI
  • Bagikan