LPBI dan GAIB Sebut Perbub Jadi Akar Persoalan Sampah di Banyuwangi

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar rapat dengar pendapat persoalan sampah. Rapat dengan pendapat tersebut menyusul adanya usulan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LPBI Investigator Kabupaten Banyuwangi. Senin, (5/12/2022).

Acara tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, dan Ruliyono.

Choirul Hidayanto, Ketua LPBI Investigator, Kabupaten Banyuwangi, mengatakan, yang menjadi dasar alasan masyarakat sekitar pembuangan sampah di dua desa diwilayah Kecamatan Wongsorejo menolak pembuangan sampah itu sebenarnya bukan karena semata-mata bau dari sampah tersebut. Namun karena mereka  merasa tidak pernah diberikan sosialisasi atau pemahaman di awal.

“Selain itu warga juga ingin diberdayakan ditempat pembuangan sampah,” katanya. Senin, (5/12/2022).

Pria yang akrab disapa Choirul, ini juga menyampaikan bahwa, pembuangan dan pengelolaan sampah itu sudah ada aturan mainnya yang berpegang pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, yang sudah dilakukan perubahan Perda dan sudah diterbitkan 2021 kemarin. Namun, hingga kini aturan main tersebut belum bisa diterapkan atau dijalankan karena Peraturan Bupati (Perbub) sebagai pelaksana Perda tersebut belum dibuat oleh Bupati Banyuwangi.

“Hingga saat ini aturan main sesuai Perda tersebut belum bisa dilaksanakan,” ujar Choirul.

Sementara Eko wijiyono selaku ketua Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB) Kabupaten Banyuwangi menuturkan, Akar masalah dari viralnya masalah sampah dan penumpukan yang berlarut-larut akhir-akhir ini adalah regulasi yang belum dibuat berupa Perbub, sehingga Perda sampah yang ada tidak bisa dilaksanakan sebagaimana tertuang dalam aturan tersebut.

“Menurut kami, sumber masalah sampah ini karena Perbub belum di buat sehingga Perda tentang sampah belum bisa dilaksanakan,” ungkap Eko Wijiyono.

Menurut Eko sapaan akrab Ketua GAIB Banyuwangi, permasalahan sampah di Banyuwangi, Jawa Timur ini padahal tidak ada habisnya dan amburadul. Namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi baru saja menadapat penghargaan Adipura dari KLHK.

“Yang membuat kita heran penilaianya seperti apa. Padahal di Banyuwangi ahir – ahir ini persoalan sampah jadi trending. Contohnya Plt Kepala Dinas DLH juga mengundurkan diri,” papar Eko.

Ruliyono, SH salah salah satu pimpinan DPRD Banyuwangi, berjanji akan menyampaikan hasil dengar pendapat hari ini kepada Bupati.

“Hasil daripada rapat ini akan kita jadikan rekomendasi kepada Bupati agar segera ditindaklanjuti persoalan darurat sampat di Bumi Blambangan ini,” jelas Ruliyono.(*)

Penulis: Abdul Haris.Editor: Joko Prasetyo.
  • Bagikan