Kubu Moeldoko Minta AHY Jangan Kaburkan Pernyataannya Sendiri

  • Bagikan
Juru bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad. (Foto dok BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Penjelasan Partai Demokrat mengenai senior TNI yang disebut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak membuat kubu Moeldoko diam. Penjelasan tersebut dianggap hanya upaya untuk mengaburkan pernyataan AHY.

Juru bicara kubu Moeldoko Muhammad Rahmad menyebutkan anak buah AHY tidak memahami tata bahasa yang baik. Menurut dia, AHY jelas dan tegas menyampaikan secara terbuka ke publik bahwa ada masukan dari seniornya di TNI terkait jual beli hukum.

“Jika mengamati rilis yang disampaikan Demokrat kubu AHY, Jumat (26/11/2021), maka rilis itu sangat berbeda dengan pernyataan AHY. Rilis kubu AHY menyebut bahwa yang memberikan masukan kepada Ketum PD AHY ini adalah para senior purnawirawan TNI,” kata Rahmad.

Senior di TNI, kata Rahmad, mengandung arti TNI aktif yang pangkatnya di atas AHY atau di atas Mayor, pangkat terakhir AHY sebelum akhirnya keluar dari kedinasan TNI. AHY, kata Rahmad, tidak menyebut purnawirawan TNI.

Baca Juga: AHY Klaim Diperingatkan Senior TNI Siapa Moeldoko

“AHY adalah lulusan Universitas NTU Singapura dan Harvard Amerika Serikat. Seorang yang terdidik, lulusan perguruan tinggi terbaik, yang mengerti dan sangat paham tata bahasa. Dia sangat paham dan sangat bisa membedakan arti antara senior di TNI dengan senior purnawirawan TNI. Oleh karena itu, rilis yang disampaikan Herzaky, anak buah AHY itu adalah bentuk keputus-asaan dan tidak mengerti arti bahasa,” tegas Rahmad.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku diperingatkan para seniornya di internal TNI terkait sosok Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Kata AHY, para seniornya itu mengatakan bahwa Moeldoko adalah orang yang tidak akan berhenti berusaha sebelum keinginannya tercapai. Agar keinginannya tercapai, kata AHY, Moeldoko bahkan bisa menghalalkan segala cara, hingga membeli hukum.

“Saya pribadi sempat diberi peringatan oleh senior-senior saya di TNI, KSP Moeldoko tidak akan berhenti sampai keinginannya tercapai,” kata AHY dalam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga:

Namun pernyataan AYH diluruskan Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebutkan
kubu Moeldoko kian putus asa setelah gugatan mereka tidak diterima di Kemenkumham, PTUN, dan Mahkamah Agung.

Hal ini kata Herzaky terlihat dari pernyataan gerombolan KLB ilegal pendukung begal partai KSP Moeldoko yang sekarang malah membawa-bawa Panglima TNI dan menuduh petinggi TNI aktif terlibat politik.

“Ini tuduhan sangat serius yang dilancarkan Rahmad, juru bicara gerombolan KLB ilegal. Sebaiknya segera minta maaf, karena Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sudah tegas-tegas menyatakan profesionalitas dan netralitas TNI. Institusi TNI selama ini selalu terjaga netralitasnya. Keterlaluan sekali Rahmad ini menuduh-nuduh Panglima TNI dan institusi TNI,” kata Herzaky Mahendra Putra, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, pihak yang memberikan masukan kepada AHY adalah senior di TNI yang sudah tidak aktif sebagai anggota atau purnawirawan. “Yang memberikan masukan kepada Ketum PD AHY mengenai Moeldoko selama ini adalah para senior purnawirawan TNI, termasuk seniornya Moeldoko. Sama sekali tidak ada perwira aktif TNI,” kata Herzaky. (*)

  • Bagikan