JPKP: Adanya Paspor Ganda Sebagai Pintu Pembuka Bongkar Permainan Pembuatan Paspor

  • Bagikan
Keterangan foto: Ilustrasi.

BERITA9, BANYUWANGI – Adanya dugaan paspor ganda pada 4 Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang diduga diberangkatkan ke salah satu negara wilayah Timur Tengah dapat menjadi petunjuk awal bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menelusuri dan mendalami dugaan permainan yang terjadi dalam proses pembuatan paspor. 

Hal tersebut disampaikan oleh Siswanto, SE, SH, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Provinsi Jawa Timur (Jatim) kepada awak media. Rabu, (27/4/2022).

Menurutnya, proses pembuatan paspor aturannya sangat ketat, mulai dari pendaftaran nomor antrian melalui online hingga validasi persyaratan yang harus lengkap beserta dengan dokumen aslinya. 

“Berdasarkan penelusuran lembaga kami, saat ingin membuat paspor itu syarat-syarat harus terpenuhi yang kemudian dilakukan validasi oleh para petugas imigrasi terkait keaslian dokumen yang telah dilampirkan dalam pengajuan proses pembuatan paspor,” ungkapnya, Rabu, 27 April 2022. 

Sehingga, masih Siswanto, jika ada TKW yang dapat memiliki paspor ganda, maka hal ini syarat dengan pelanggaran hukum.

“Kalau orang bisa memiliki 2 paspor maka hal ini ada indikasi dugaan permainan baik dari pihak luar maupun pihak dalam Imigrasi. Dan ini yang harus didalami, apakah ada dugaan permainan suap? ataukah ada dugaan permainan permainan pemalsuan data?. Bahkan mungkinkah ada  dugaan permainan kongkalikong yang mengarah penyalahgunaan wewenang dalam alur proses pembuatan paspor tersebut?. Dan Ini yang harus didalami oleh para penegak hukum,” kata Siswanto. 

Lebih lanjut, Siswanto mengaku jika lembaganya minggu lalu telah melakukan pengecekan terhadap paspor yang dikeluarkan oleh pihak Imigrasi Jember, dan didapat jika paspor 4 TKW tersebut terdaftar pada kantor Imigrasi Jember. 

“Kan aneh saat dicek minggu lalu ternyata paspor 4 TKW tersebut memang teregister di Imigrasi Jember dan belum ada pembatalan, namun kok bisa di bulan maret muncul lagi paspor untuk 4 TKW tersebut yang dikeluarkan oleh pihak Imigrasi Kediri. Orang awam lihat fakta ini pasti curiga, sehingga lembaga kami yakin jika APH melakukan pendalaman dan pemantauan maka ini dapat menjadi pintu masuk sebagai petunjuk awal untuk membongkar permainan-permainan dalam pembuatan paspor,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak DPW JPKP Jatim telah mendapat temuan adanya dugaan paspor ganda 4 TKW berinisial WI, SK, TK, dan YSES. 

Atas temuan tersebut, JPKP Jatim mengaku telah mencoba klarifikasi dengan mengirimkan surat somasi secara resmi kepada pihak kantor Imigrasi Kediri. Namun hingga batas waktu 3 hari (3×24) pihak imigrasi Kediri belum memberikan penjelasan. 

Hal ini membuat pihak DPW JPKP Jatim yakin jika temuan yang mereka dapat merupakan benar adanya, sehingga dalam waktu dekat akan segera berkoordinasi kepada para pihak terkait.

“Hal ini penting diungkap karena ini merupakan dokumen negara yang sangat penting. Dan harapan kami ini menjadi pintu pembuka untuk mengungkap dugaan permainan-permainan yang lebih besar dalam proses pembuatan dokumen paspor,” imbuhnya.

Selain dugaan paspor ganda, disitu juga ada dugaan praktik pemalsuan Adminitrasi Kependudukan (Adminduk) karena diduga ada perubahan status agama pada Paspor.

“Kami juga menduga ada dugaan pemalsuan Adminduk status agama,” pungkasnya. (*)

Penulis: Joko PrasetyoEditor: HWI
  • Bagikan