Isu Tambang Menguat Ditengah Upaya Warga Pulau Merah Mendapatkan Air Bersih, Pemda Diam?

  • Bagikan
Ilustrasi air bersih. (Foto google)

BERITA9, BANYUWANGI – Warga di Lingkungan Rowo Rejo dan Pulau Merah mendamba ketersediaan saluran air bersih, Forpimka diduga justru membiarkan masyarakat luar lingkungan melakukan penolakan.

Baca Juga: Warga Pancar Berharap Program Air Bersih Segera Terealisasi

Seperti diketahui, masyarakat di Lingkungan Rowo Rejo dan Pulau Merah, Dusun Pancer, berharap adanya saluran air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Keinginan tersebut muncul mengingat air dari sumur warga memiliki kualitas yang kurang bagus.

Upaya realisasi, warga membentuk HIPAM ‘Suko Tirto’ dan selanjutnya melakukan komunikasi dengan PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Melihat tingginya asas manfaat, akhirnya perusahaan tambang emas tersebut bersedia menanggung seluruh biaya pembuatan sumur bor sekaligus instalasi serta saluran pipa kerumah warga.

Dengan demikian pemerintah tidak mengeluarkan sepeser pun dana untuk kebutuhan air bersih ini.

Namun saat hendak dilakukan pembuatan sumur bor untuk masyarakat Lingkungan Rowo Rejo dan Pulau Merah, tiba-tiba terjadi penolakan.

Protes itu datang dari masyarakat Lingkungan Pancer. Padahal, lokasi pembuatan sumur bor berada di Lingkungan Rowo Rejo yang letaknya berjauhan dari Lingkungan Pancer.

Baca Juga: Soal Pengadaan Air Bersih di Dusun Pancer, Begini Kata Camat Pesanggaran

“Forpimka mengalir saja, bila ada yang butuh air dan butuh mediasi, ya kita bantu semaksimal mungkin,” katanya, Senin (18/10/2021).

Kepada wartawan, Camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan, mengakui bahwa kebutuhan akan air bersih merupakan hak asasi manusia.

  • Bagikan