Ini Penjelasan Pengurus Yayasan Al Wafi Islamic Boarding School

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI– Beberapa waktu lalu ramai diberitakan penolakan pendirian Yayasan Al Wafi islamic Boarding School, karena diisukan berpaham wahabi.

Yayasan tersebut awalnya direncanakan di dirikan di Dusun Kawang, Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi.

Masyarakat hingga tokoh agama setempat bahkan melakukan ikrar agar yayasan pendidikan tersebut tidak didirikan. Selain faktor izin yang belum dikantongi, karena juga diduga berpaham wahabi.

Baca Juga:

Menanggapi isu miring yang beredar tersebut, akhirnya pengurus Yayasan Al Wafi islamic Boarding School memberikan klarifikasi.
Pihaknya menegaskan jika isu yang beredar itu tidaklah benar. Hanya terjadi ke salah pahaman aja di masyarakat.

“Soal berpaham wahabi itu tidak benar. Ini sebenarnya masalah perizinan saja yg belum tuntas, sehingga diisukan miring seperti ini,” kata Pengurus Yayasan Al Wafi islamic Boarding School, Ust. Ali Saman Hasan.

Bahkan dia menjelaskan bahwa Yayasan Al Wafi Islamic Boarding School sudah berdiri di tiga daerah, dengan tetap mengacu pada 8 kurikulum pendidikan nasional sesuai arahan dari Kementerian Agama.

“AD/ART kita juga jelas tetap mengacu pada dasar Pancasila, kita juga sering koordinasi dengan BNPT bahkankita juga sering ikuti bela negara dan tiap Agustus kita selalu kirim santri untuk memeriahkan HUT kemerdekaan sebelum Covid ini,” ungkapnya.

Baca Juga:

Ust. Ali menyampaikan, konsep yayasan pendidikan tersebut hampir sama dengan Ponpes Modern Gontor.

“Karena yayasan Al Wafi Islamic Boarding School ini memiliki visi membentuk generasi muslim yang memiliki kesadaran agama yang tinggi dan memiliki sikap positif terhadap globalisasi dengan mengikuti jejak salafus shalih,” terangnya. 

Sementara visi dari yayasan tersebut mendidik santri dalam bermuamalah dengan lingkungan melalui prinsip leader intrepreneurship. 

“Membentuk karakter peserta didik yang unggul dalam menyingkapi perubahan-perubahan global yang terjadi berdasarkan Al-Quran dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih,” tutupnya. (*)

Penulis: Abdul HarisEditor: Joko Prasetyo
  • Bagikan