Hamdan Zoelva Tegaskan Syarikat Islam Bantah Jadi Kontributor Aksi 114

  • Bagikan

BERITA9, JAKARTA – Tidak hanya Mohammad Jumhur Hidayat yang melakukan bantahan pagi harinya,  Ahad (10/4) sore Ketua Umum Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, membantah dirinya sebagai mentor atau kontributor aksi mahasiswa ‘114’ yang rencananya digelar para aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, Senin (11/4) di Jakarta. Meski demikian Hamdan menyatakan dirinya sepenuhnya mendukung kebebasan mahasiswa untuk menyeru dan mengeluarkan aspirasi.

“Kalau soal kebebasan mahasiswa dan rakyat banyak mengeluarkan aspirasi, itu hak yang dijamin undang-undang, bahkan Konstitusi, saya dukung. Tetapi yang saya alami ini adalah penyebutan tak bertanggung jawab bahwa saya termasuk mentor atau contributor aksi tersebut di bidang hukum dan advokasi, itu tidak benar,” kata Hamdan dilansir dari Inilah.com.

Hamdan juga secara pribadi mengeluarkan bantahan atas beredarnya pesan di grup WA tentang ‘setting aksi 114’. Pesan yang mengatasnamakan ‘Timsus BAIS’ itu menyatakan bahwa dalam aksi besok beberapa tokoh menjadi mentor atau contributor. Selain Hamdan yang disebutkan sebagai ‘mentor bidang hukum dan advokasi’ bersama zainal Arifin dan Bussyro Muqoddas, Rizal Ramli juga tercatat dalam pesan itu sebagai mentor bidang ekonomi. Sementara beberapa nama aktivis dan politisi terkenal seperti Jumhur Hidayat, Ubaidillah Badrun, Syahganda Nainggolan dan Ferry Mursidan Baldan, sebagai mentor bidang isu politik.

“Beredar di group WA skenario setingan Aksi Senin 11 April 2022 mencantumkan nama saya sebagai mentor/kontributor aksi. Sepanjang menyebut sama saya, info tersebut tidak benar dan menyesatkan,” cuit Hamdan via akun Twiter @hamdanzoelva.

“Saya justeru baru dengar info ada Aksi mahasiswa 11 April. Saya tambah kaget, ketika menyebut nama saya sebagai salah satu mentor/konstributor. Jelas info tersebut menyesatkan dan tidak bertanggung jawab,” ia menambahkan dalam media social tersebut.

Selain Hamdan, pada Ahad (10/4) pagi aktivis Mohammad Jumhur Hidayat juga membantah dirinya terkait aksi tersebut, apalagi menjadi mentor di dalamnya. Baginya, pencantuman namanya dalam pesan yang tersebar di grup-grup WA oleh pihak yang mengatasnamakan ‘Timsus BAIS’ tersebut  tak hanya merupakan informasi yang salah, tetapi juga “menjadi fitnah yang keji terutama bagi saya dan keluarga saya.”

Tidak hanya itu, bagi Jumhur, informasi itu pun telah merendahkan martabat gerakan mahasiswa.

“Pada hemat saya, aksi tanggal 11 April 2022 tersebut merupakan buah pemikiran dari para mahasiswa sendiri, bukan karena hasutan apalagi perintah dari orang per orang,” kata aktivis yang setidaknya telah dua kali mengalami penjara di dua rezim karena sifat kritisnya terhadap penguasa yang menurutnya tidak bersikap adil itu.

Jumhur juga menegaskan, ia sama sekali tidak kenal dengan para mahasiswa yang merencanakan aksi pada 11 April 2022, yang telah resmi diumumkan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) tersebut.

Sebagaimana diketahui, sejak Sabtu sore beredar pesan di banyak grup WA yang mengatasnamakan Timsus BAIS. Isinya menyatakan adanya setting yang telah disepakati untuk digulirkan dalam aksi 114, Senin (11/4). Selain mengurai rencana kronologis aksi, pada “setting” tersebut antara lain dikatakan bahwa beberapa tokoh dan aktivis terkemuka menjadi mentor atau contributor aksi sebagaimana kapasitas mereka masing-masing.(*)

  • Bagikan