oleh

Halili Abdul Ghani: Program ‘Bunga Desa’ Bupati Ipuk Tidak Tepat

BERITA9, BANYUWANGI –  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perintis, Banyuwangi menganggap program Bupati Banyuwangi ‘Bunga Desa’ (Bupati Ngantor di Desa), kurang tepat. 

Hal tersebut disampaikan oleh Halili Abdul Ghani, Ketua LSM Perintis Kabupaten Banyuwangi.

“Program ‘Bunga Desa’ Bupati Banyuwangi menurut saya kurang tepat,” ucapnya. Rabu, (24/3/2021).

Menurut Ketua LSM Perintis Bumi Blambangan tersebut, program ‘Bunga Desa’ itu apa. Perlu diketahui bahwa pemerintahan itu adalah sistem Adminitratif pelayanan terhadap masyarakat. 

“Kalau pejabat ini kluyuran, kapan dirinya melahirkan konsep kerakyatannya,” ungkapnya lagi.

Aktivis Bumi Blambangan tersebut juga menjelaskan, dengan Bupati turun ke desa, yang direpotkan tetap pihak desa. 

“Kehadiran Bupati ke desa -desa, tentunya yang direpotkan adalah pihak desa. Karena mereka harus mempersiapkan kedatanganya. Itupun tidak cukup makan waktu sehari dua hari guna mengatur persiapannya,” imbuh Halili, panggilan akrab Ketua LSM Perintis, Banyuwangi.

Selain itu, kata dia, kedatangan Bupati ke desa, sangat menganggu, karena pasti Kepala Desa (Kades) tidak bisa melayani masyarakat karena harus mengawal dan mendampingi Bupati.

Harus kita pahami bersama, kedatangan Bupati ke desa ini tentunya juga memakan anggaran, dan ini siapa yang nanggung, pastinya pihak desa. Seharusnya anggaran tersebut kan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat, justru malah tidak dihambur – hamburkan,” tegasnya.

Masih Halili, saat ini kan sudah ada yang namanya pelayanan publik dan ada smart kampung. Dari ini saja kelihatan Bupati tidak paham dengan sistem pemerintahan. Desa sudah melaksanakan tugas, Bupati tinggal melihat kinerjanya.

“Pihak desa kan sudah melaksanakan tugasnya, Bupati tinggal melihat kenerjannya saja,” paparnya.

Halili, juga menambahkan, seharusnya saat ini Bupati membuat inovasi,  seperti program tentang ekonomi, atau program yang membuat masyarakat sejahtera. Bukan malah pencitraan menghambur- hamburkan anggaran. 

Bahkan tidak itu saja, Parahnya lagi setiap Bupati turun ke desa kabarnya banyak Kepala Dinas yang ikut dalam rombongan tersebut. Apakah mereka ini tidak mempunyai pekerjaan.

“Intinya menurut saya program ‘Bunga Desa’ ini kurang tepat,” pungkasnya. (*)

loading...

News Feed