oleh

Duh! Dispendik Banyuwangi Diduga Minta Fee 20% Ke Sekolah Penerima DAK

BERITA9, BANYUWANGI – Kabar miring Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi mencuat. Kabar miring tersebut diduga pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi meminta Fee sebesar 20 % dari sekolah penerima Dana Alokasi Khusus (DAK).

Seperti dikutib dari  Satukanal.com, Direktur Forum Banyuwangi Transparansi Anggaran Rosidi Zein menyebutkan bahwa diduga hampir semua sekolah dipotong 20 persen. “Modus yang di gunakan itu adalah Anggaran DAK masuk ke rekening sekolah, akan tetapi setelah anggaran diterima sekolah, selanjutnya sekolah menyetorkan kepada Dinas Pendidikan senilai 20 persen dari anggaran,” katanya. (22/4/2021).

Perlu diketahui anggaran DAK tahun 2020, seperti salah satu sekolah Dasar (SD) yang berada di Kecamatan Muncar mendapatkan 400 juta, jika dipotong 20 persen maka sisa anggaranya 320 juta. Sisa dari pemotongan 20 persen tersebut barulah dipergunakan untuk renovasi gedung dan keperluan lainnya, bahkan lanjut Rosidi Zein ada beberapa komite yang mengeluh dengan adanya hal tersebut.

“Ada salah satu komite sekolah yang mengeluh akan hal itu karena tidak diberitahu, sehingga terkesan tertutup terkait anggaran tersebut” lanjutnya. Sehingga dari anggaran yang diterima oleh sekolah untuk pemanfaatan pembangunan gedung hasilnya tidak sesuai spek yang diharapkan, dan akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Karena ada pemotongan jadi spek yang dibangun oleh pihak sekolah itu tidak sesuai, meskipun yang mengerjakan pihak sekolah sendiri karena anggaran sudah dipotong terlebih dahulu sebesar 20 persen. Kejadian ini tidak hanya 1 sekolah SD saja,  disinyalir semua sekolah SD yang mendapatkan DAK juga dipotong, terus berapa anggaran yang diterima kepala dinas ?” pungkasnya.

Sementara Suratno Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi saat dikonfirmasi soal dugaan pemotongan Fee 20 % terhadap sekolah penerima DAK melalui sambungan Whatsapnya dirinya membantah, menurutnya tidak ada pemotongan DAK.

“Tidak ada pemotongan DAK,” jawabnya singkat. Minggu, (9/5/2021).

Saat disinggung soal kebenaran kabar jatah atau potongan Fee 20% yang diminta oleh pihak Dispendik tersebut, ia pun dengan singkat menjawab ” Tidak,” tutupnya. (*).

loading...

News Feed