Dugaan Pungli TORA di Banyuwangi Mulai Mencuat, Warga Minta Saber Pungli & GTRA Turun Lapangan

  • Bagikan
Foto: Ilutrasi.

BERITA9, BANYUWANGI – Program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) di wilayah Kabupaten Banyuwangi terus menjadi sorotan. Pasalnya program Presiden Joko Widodo tersebut diduga menjadi ajang dugaan Pungutan Liar (Pungli).

Bahkan beberapa desa yang mendapat jatah program tersebut disinyalir menjadi ajang bancaan dugaan Pungli.

Seperti halnya yang terjadi di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Di Bumiharjo, warga dipungut biaya perbidang Rp 100 ribu dengan dalih untuk biaya wira wiri dan pengukuran. Parahnya lagi yang melakukan penarikan adah Ketua RT setempat.

“Kita dikenakan biaya Rp 100 ribu untuk tahap pertama. Dan nanti juga ada biaya lagi,” kata MS, salah satu warga Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, kepada wartawan. Selasa, (2/7/2022).

MS, warga Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi yang tidak mau disebutkan namanya tersebut berkisah. Warga membayar kepada Ketua RT masing masing.

“Warga bayar untuk program TORA sebesar Rp 100 ribu katanya untuk biaya ukur dan wira wiri mengurus pelepasan tanah,” ungkapnya.

Sebelumnya, DPC Projo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menduga telah terjadi Pungutan Liar (Pungli) di beberapa Desa Tepi atau kawasan hutan terkait program Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA).

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Rudi Hartono Latif, Ketua DPC Projo, Kabupaten Banyuwangi, kepada awak media saat ngopi bareng disalah satu kafe dikawasan Genteng, Banyuwangi. Selasa, (2/7/2022).

“Kami sangat menduga dalam program TORA, di Kabupaten Banyuwangi banyak terdapat dugaan Pungli,” kata Rudi Hartono Latif, Ketua DPC Projo, Kabupaten Banyuwangi.

Pria yang akrab disapa Rudi ini berkisah, sudah beberapakali disuarakan DPC PROJO Banyuwangi, dan diberitakan oleh media media online, bahkan diperkuat statment Kepala Deputi ll Kantor Staf Presiden (KSP) yang pada saat itu sedang datang berkegiatan secara langsung bersama Kepala KSP Moeldoko, di Banyuwangi satu bulan yang lalu.

Namun masih dia, Saber Pungli Kabupaten Banyuwangi tidak ada respon secara proaktiv. Bahkan aparat penegak hukum pun juga pasif. Yang miris lagi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tetap diam saja. 

“Kabar dugaan Pungli program TORA di Banyuwangi bukan rahasia lagi. Kabar itu sudah sangat santer, namun Saber Pungli, GTRA, dan aparat belum ada tanda tanda bergerak,”ujar Ketua DPC PROJO, Bumi Blambangan.

Selain Ketua Projo, sebagian masyarakat berharap agar tim Saber Pungli dan GTRA Banyuwangi agar turun lapangan guna menyelidiki kasus dugaan Pungli program TORA. Tujuannya adalah agar program murni Presiden Jokowi ini tidak tercoreng. (*)

Penulis: Abdul HarisEditor: Joko Prasetyo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.