Diancam Warga Demo, Penambang Pasir Diwilayah Songgon Banyuwangi Perbaiki Jalan Rusak

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI –  Ancaman warga di beberapa Desa di Kecamatan Songgon, untuk melakukan demo serentak sebagai protes terhadap Pemerintah Kabupaten Banyuwangi lantaran kurang respon dan lambanya penanganan perbaikan jalan yang rusak berat.

Warga resah akan jalan yang rusak parah tersebut, selama ini di duga akibat di lewati armada material beberapa penambang pasir di wilayah setempat. 

Niatan mereka untuk unjuk rasa urung mereka lakukan, setelah di lakukan mediasi oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) antara pengusaha dengan perwakilan warga. Hasilnya, para penambang bersedia memperbaiki jalan, beberapa ruas jalan yang akan di perbaiki tersebut ada di wilayah Desa Parangharjo dan Desa Songgon.

Dari pantauan wartawan Rabu,(13/10/2021) di sepanjang jalur jalan Desa Parangharjo Kecamatan Songgon sebuah alat berat berupa excavator meratakan bekas aspal yang mengelupas. Terlihat ratusan warga di lokasi di kawal beberapa anggota Polsek dan Koramil Kecamatan Songgon. Warga ikut mengawasi guna memastikan kendaraan dump truk yang mengangkut material pasir agar tidak melintas.

Baca Juga: Ini Penyebab Warga Kalipuro Banyuwangi Tutup Jalan Gunakan Batu

“Hasil kesepakatan warga, selama ada pekerjaan perbaikan jalan berupa pemadatan, jangan sampai ada mobil truk pasir lewat sini. Ketika mereka tetap ngeyel memuat pasir, kita tidak tanggung jawab jika terjadi ada tindakan warga lakukan perlawanan, ” Kata Hadi Yitno, salah seorang tokoh masyarakat. 

Yitno juga meminta kepada Bupati Banyuwangi, kalau bisa segera membuat peraturan bupati (Perbup) atau peraturan daerah (Perda) terkait bak dump truk ukuran jumbo supaya di kurangi bermuatan 8 ton saja, Karena faktanya kapasitas muatan dump truk berukuran jumbo sampai 15 ton dan itupun tidak sesuai dengan ketentuan kelas jalan.

Sementara M.Asmawi, Kades Bedewang yang di tunjuk Forpimka sebagai kordinator perbaikan jalan terlihat juga menunggu kegiatan proyek, tampaknya dia kebingungan dan kelihatan sibuk kesana kemari lantaran mengatur sendiri para pekerja yang sedang beraktivitas.

Baca Juga: Kadis PUPR Situbondo Belum Tentukan Waktu Perbaiki Jembatan Ambrol di Desa Sletreng

Kepada wartawan dia mengungkapkan hanya terkesan hanya di jadikan alat oleh oknum-oknum terkait, di lain sisi dia khawatir akan benturan terhadap warga yang kelihatan masih amarah.

loading...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *