Bersama DLH dan Stakholder, Pemdes Sumberwaru Situbondo Tanam Mangro Dipesisir Pantai

  • Bagikan

BERITA9, SITUBONDO – Balai Taman Nasional Baluran, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo, dan PT. POMI – Paiton Energy, Koperasi Waban Raja, Pemerintah Kecamatan Banyuputih, Pemerintah Desa Sumberwaru. Sabtu (26/11/2022) melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di Blok Jeding, RPTN Labuhan Merak, Taman Nasional Baluran. Jawa Timur.

Kegiatan itu juga diikuti oleh Masyarakat sekitar Labuhan Merak, serta Siswa SDN 01 Sumberwaru Filial Merak, siswa PAUD Kelompok Belajar Merak, dengan tujuan memulihkan ekosistem pesisir Taman Nasional Baluran.

Penanaman Mangrove tersebut atas dasar kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir di Taman Nasional Baluran. Bersama Koperasi Wana Baluran Merak Jaya (Waban Raja) yang beranggotakan warga kampung Merak dan pegawai Balai Taman Nasional Baluran menginisiasi penanaman mangrove sebanyak 1.600 batang di Blok Jeding, RPTN Labuhan Merak.

Dukungan dana CSR dari PT. POMI – Paiton Energy sebesar Rp. 10.000.000,- serta dukungan Balai Taman Nasional Baluran. Kegiatan penanaman mangrove melibatkan 80 orang peserta yang berasal dari instansi: Balai Taman Nasional Baluran, Dinas Lingkungan Hidup Situbondo, PT. POMI – Paiton Energy, Koperasi Waban Raja, Pemerintah Kecamatan Banyuputih, Pemerintah Desa Sumberwaru, siswa SDN 01 Sumberwaru Filial Merak, siswa PAUD Kelompok Belajar Merak serta warga Kampung Merak.

Kepala Balai Taman Nasional Baluran diwakili Kepala SPTN Wilayah II Karangtekok Bapak Lukman Hidayat, menyampaikan,” tujuan dari kegiatan itu adalah untuk sama sama menjaga dan melestarikan pesisir Labuhan Merak di Taman Nasional Baluran,

Serta meningkatkan partisipasi masyarakat Kampung Merak dalam usaha pelestarian ekosistem pesisir di lingkungan sekitar tempat tinggalnya,” ucap Lukman.

Nina Ari Wahyuni mewakili PT POMI – Paiton Energy menyampaikan tentang pentingnya kegiatan penanaman mangrove di Blok Jeding, RPTN Labuhan Merak, Taman Nasional Baluran untuk mendidik anak-anak di lingkungan Kampung Merak, agar berkarakter mencintai lingkungan sejak dini. 

” kami berharap untuk dapat menjaga dan merawat pohon mangrove yang sudah ditanam, supaya kedepannya pohon mangrove dapat tumbuh secara sehat dan bermanfaat bagi kehidupan seluruh warga Kampung Merak,” Ucap CSR Supervisor Ibu Nina Ari Wahyuni

Diketahui Labuhan Merak atau yang populer disebut “Kampung Merak” adalah pemukiman seluas 363 hektar yang dihuni lebih dari 700 jiwa yang lokasinya berada di dalam Taman Nasional Baluran. Secara administratif Kampung Merak berada di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur, sedangkan dalam pengelolaan Taman Nasional Baluran Kampung Merak berada di Zona Khusus Labuhan Merak. Terbentuknya Kampung Merak dimulai pada tahun 1975 seiring dengan keluarnya HGU kepada PT. Gunung Gumitir di wilayah Labuhan Merak.

Taman Nasional Baluran adalah kawasan konservasi seluas 29.739 hektar yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kawasan ini memiliki tipe ekosistem yang beragam mulai dari ekosistem laut, pesisir, sabana, hutan dataran rendah hingga ekosistem gunung. Wilayah perairan (laut) seluas 3.441,45 hektar di kawasan Taman Nasional Baluran adalah aset yang sejak dahulu diandalkan para warga kampung Merak dan desa sekitarnya untuk memperoleh ikan dan hasil laut lainnya.

Sebagai individu yang telah lama menjadi bagian dari kawasan, warga Kampung Merak turut peduli terhadap terjadinya degradasi hutan mangrove di Taman Nasional Baluran khususnya di sekitar tempat tinggalnya. Warga Kampung Merakpun menyadari bahwa kerusakan hutan mangrove adalah ancaman nyata bagi kesejahteraan serta masa depannya. Saat ini degradasi hutan mangrove di wilayah Labuhan Merak terdata mencapai sekitar 11,38 hektar (*)

Penulis: Sutiono.Editor: Joko Prasetyo.
  • Bagikan